Zakat Mal: Penerima, Pengertian, Hukum, Berapa Persen, Dan Nisabnya

1375

Zakat Mal Untuk Mensucikan Harta Dengan Hitungan Dan Nisab.

Apa yang dimaksud dengan zakat mal (zakat harta)?

Zakat Mal Sendiri adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh seseorang atau lembaga atas harta (mal) yang dimilki, dan memiliki syarat serta ketentuan yang berlaku dalam hukum Islam.

Ada juga yang mengatakan bahwa pengertian zakat harta atau zakat mal adalah zakat yang harus dikeluarkan oleh individu saat harta orang tersebut telah mencapai satu tahun kepemilikan dan memenuhi ketentuan nisab.

Dalam hal ini, sesuatu dapat disebut dengan harta kekayaan (mal) jika memenuhi dua syarat berikut;

Dapat dimiliki, disimpan, dihimpun, dan dikuasai.

Dapat memberikan manfaat sesuai galib-nya. Misalnya; uang, emas, hasil tani, ternak, mobil, rumah, dan lain sebagainya.

Secara bahasa kata zakat mal berasal dari bahasa Arab الزكاة المال atau zakah māl.

Yang memiliki arti suatu upaya untuk mensucikan harta benda milik seseorang, dan agar manusia lebih perduli terhadap sesama dengan melakukan amal.

Hukum Perihal Zakat Mal

Berdasarkan Al-Quran dan hadist hukum mengeluarkan zakat mal adalah fardhu ‘ain atau wajib bagi siapapun yang kekayaannya sudah mencapai ukuran satu haul atau nisab (batas minimal harta yang sudah wajib dikeluarkan zakatnya.).

Hal ini seperti yang dijelaskan dalam al-Qur’an surat At-Taubah (9) ayat 103:

pengertian-zakat-mal-dan-contohnya

Dalil Tentang Zakat Mal

Mengenai dalil zakat mal ini sendiri juga dijelaskan dalam QS. At- Tauwbah (9) : 34, yang berrbunyi:

perbedaan-zakat-fitrah-dan-zakat-mal

Selain itu ada juga hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang bersumber dari Abu Hurairah, bahwa beliau perrnah mendengar nabi bersabda:

waktu-mengeluarkan-zakat-mal

Syarat Harta Untuk Zakat Mal

Beberapa syarat harta menjadi wajib untuk dikeluarkan zakat malnya adalah:

  1. Kepemilikan Sempurna

Harta yang dimiliki secara sempurna, maksudnya pemilik harta tersebut memungkinkan untuk mempergunakan dan mengambil manfaatnya secara utuh.

Dalam kata lain, harta tersebut berada kekuasan dan kontrol diri sendiri.

Harta yang didapatkan melalui proses kepemilikan yang dibenarkan oleh syarat, seperti hasil usaha perdagangan yang baik dan halal, harta warisan, pemberian negara atau orang lain wajib dikeluarkan zakatnya apabila sudah memenuhi syarat-syaratnya.

Sedangkan harta yang diperoleh dengan cara yang haram, seperti hasil merampok, mencuri, dan korupsi tidaklah wajib dikeluarkan zakatnya, bahkan harta tersebut harus dikembalikan kepada pemiliknya yang sah atau ahli warisnya.

2. Berkembang (Produktif Atau Berpotensi Produktif)

Yang dimaksud harta yang berkembang di sini adalah harta tersebut dapat bertambah atau berkembang bila dijadikan modal usaha.

Atau mempunyai potensi untuk berkembang, misalnya hasil pertanian, perdagangan, ternak, emas, perak, dan uang.

Baca Juga:  Penerima Zakat: Sebutan, Yang Berhak Dan Tidak Berhak

Secara istilah yang dimaksud berkembang adalah sifat harta tersebut dapat memberikan pendapatan dan keuntungan lain.

3. Zakat Mal Setelah Mencapai Nisab

Yang dimaksud dengan nisab adalah syarat jumlah minimum harta yang dapat dikategorikan sebagai harta wajib zakat.

4. Melebihi Kebutuhan Pokok

Yang dimaksud kebutuhan pokok disini adalah keperluan minimal yang harus dikeluarkan untuk kelangsungan hidup.

Artinya, apabila kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi, yang bersangkutan tidak dapat hidup dengan baik (layak), seperti belanja sehari-hari, pakaian, rumah, perabot rumah tangga, kesehatan, pendidikan, dan transportasi.

Pengertian tersebut bersandar pada pendapat Imam Hanafi.  Syarat ini hanya berlaku bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau di bawah standar minimum daerah setempat.

Tetapi karena zakat berfungsi untuk mnyucikan harta jadi yang paling utama adalah setiap harta yang sudah mencapai nisab wajib dikeluakan zakatnya.

Apalagi di zaman sekarang, gaya hidup modern oleh sebagian kalangan dianggap sebagai kebutuhan pokok.

Jika hal ini terus berlangsung, manusia moderen tidak akan pernah mengeluarkan zakat karena hartanya selalu habis digunakan untuk memenuhi keinginannya, bukan kebutuhannya.

5. Terbebas Dari Utang

Orang yang mempunyai utang, jumlah utangnya dapat digunakan untuk mengurangi jumlah harta wajib zakat yang telah sampai nisab.

Namun jika setlah dikurangi hutang ternyata hartanya tidak sampai nisab maka terbebas dari kewajiban zakat.

Sebab, zakat hanya diwajibkan bagi orang yang memiliki kemampuan, sedang orang yang mempunyai utang dianggap tidak termasuk orang yang berkecukupan.

 Ia masih perlu menyelesaikan utang-utangnya terlebih dahulu.

6. Kepemilikan Satu Tahun Penuh (Haul)

Maksudnya adalah bahwa masa kepemilikan harta tersebut sudah berlalu selama dua belas bulan Qamariah (menurut perhitungan tahun Hijriah).

Persyaratan satu tahun ini hanya berlaku bagi ternak, emas, uang, harta benda yang diperdagangkan, dan lain sebagainya.

Sedangkan harta hasil pertanian sama dengan zakat profesi tidak disyaratkan harus mencapai satu tahun.

Harta Yang Wajib Dikeluarkan Zakat Mal

Beberapa jenis harta yang wajib dizakati, diantaranya:

  1. Zakat Binatang Ternak

Peternakan telah berlangsung selama satu tahun.

Binatang ternak yang wajib dizakati adalah yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan usaha (pemabajak sawah) dan digembalakan ditempat umum.

Mencapai nisab. Nisab untuk unta adalah 5 (lima) ekor, sapi 30 ekor, kambing atau domba 40 ekor.

Sedangkan jumlah zakatnya sudah ada ketetapan berdasarkan jenis hewan ternak itu sendiri.

Yang secara rinci kami jelaskan pada ulasan dibawah.

  1. Zakat Harta Perniagaan

Harta perniagaan tersebut harus benar benar menjadi hak pemilik baik diperoleh dari hasil usaha dagang maupun tidak, seperti kepemilikan yang didapat dari warisan dan hadiah.

Dan muzakki berniat untuk memperdagangkan komoditas tersebut.

Sebelum dikeluarkan zakatnya harta perniagaan harus terlebih dahulu dikurangi biaya operasional, kebutuhan primer dan pembayaran hutang.

Jika telah melebihi nisab barulah wajib mengeluarkan zakat mal.

Dan kepemilikan harta perniaagaan ini harus telah melewati masa satu tahun penuh.

  1. Zakat Harta Perusahaan

Yang dimaksud perusahaan di sini adalah sebuah usaha yang diorganisir sebagai sebuah kesatuan resmi yang terpisah dengan kepemilikan dan dibuktikan dengan kepemilikan saham.

Kebanyakan para ulama menyamakan zakat ini dengan zakat peniagaan.

Karena bila dilihat dari segi ekonomi aktivitas sebuah perusahaan pada umumnya berporos pada kegiatan perniagaan.

Baca Juga:  Hukum Zakat Fitrah: Ketentuan, Diganti Dengan Uang Dan Dalilnya

Maka baik perusahaan barang atau jasa bisa menjadi objek wajib zakat.

  1. Zakat Mal Dari Hasil Pertanian

Hasil pertanian adalah hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis.

Seperti biji bijian, sayur-sayuran, tanaman hias, buah-buahan, umbi-umbian, tanaman keras, rerumputan, dan dedaunan.

Dan ditanam dengan menggunakan bibit bebijian di mana hasilnya dapat dimakan oleh manusia dan hewan.

  1. Zakat Barang Tambang Dan Hasil Laut

Yang dimaksud dengan barang tambang dan hasil laut adalah segala sesuatu yang merupakan hasil eksploitasi dari kedalaman tanah dan kedalaman laut.

Yang termasuk kategori harta barang tambang dan hasil laut, yaitu:

Semua barang tambang hasil kerja eksploitasi kedalaman tanah pada sebuah negara yang dilakukan oleh pihak swasta ataupun pemerintah.

Harta karun yang tersimpan pada kedalaman tanah yang banyak dipendam oleh orang-orang zaman dahulu, baik yang berupa uang, emas, perak, maupun logam mulia lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan orang dan mempunyai nilai materi yang tinggi.

Hasil laut seperti mutiara, karang, dan minyak, ikan, dan hewan laut.

  1. Emas dan Perak

Emas dan perak merupakan logam mulia yang memiliki dua fungsi, selain merupakan tambang elok sehingga sering dijadikan perhiasan, emas dan perak juga dijadikan mata uang yang berlaku dari waktu ke waktu.

Syariat Islam memandang emas dan perak sebagai harta yang potensial atau berkembang.

Oleh karena itu, leburan logam, bejana, souvenir, ukiran atau yang lainnya termasuk dalam kategori emas atau harta wajib zakat.

Mata uang yang di masing-masing negara dalam hal ini juga termasuk dalam kategori emas dan perak yang merupakan.

Oleh sebab itu, segala macam bentuk penyimpanan uang, seperti tabungan, deposito, cek atau surat berharga lainnya termasuk dalam kriteria penyimpanan emas dan perak.

Demikian pula pada harta kekayaan lainnya seperti rumah, vila, tanah, dan kendaraan yang melebihi keperluan menurut syarak atau dibeli dan dibangun dengan tujuan investasi sehingga sewaktu-waktu dapat diuangkan.

Tidak dikenai wajib zakat jika emas dan perak dipakai dalam bentuk perhiasan yang tidak berlebihan.

  1. Properti Produktif

Properti Produktif adalah semua harta yang memiliki sifat produktif dan menghasilkan keuntungan atau peningkatan nilai material dari properti tersebut.

Produktivitas properti diusahakan dengan cara menyewakannya kepada orang lain atau dengan jalan menjual hasil dari produktivitasnya.

Syarat-syaratnya adalah sebagai berikut:

  • Properti tidak dikhususkan sebagai komoditas perniagaan.
  • Properti tidak dikhususkan sebagai pemenuhan kebutuhan primer bagi pemiliknya, seperti tempat tinggal dan sarana transportasi untuk mencari rezeki.
  • Properti yang disewakan atau dikembangkan bertujuan mendapatkan penghasilan, baik sifatnya rutin maupun tidak.

Cara Menghitung Zakat Mal

Besar Zakat Mal yang harus dikeluarkan bagi seorang muslim yang telah memenuhi syarat wajib adalah 2,5% dari jumlah harta yang disimpan selama setahun.

Sedangkan nisab zakat harta dapat dihitung dengan rumus 85 X harga emas per gram dipasaran

Contoh:

  • Joko memiliki tabungan Rp. 150 juta, deposito Rp. 250 juta, rumah kontrakan miliknya senilai Rp. 400 juta, dan simpanan emas senilai Rp.200 juta. Total hartanya adalah Rp1 miliar, yang telah dimilikinya selama setahun.

Jika saat ini harga emas dipasaran adalah Rp. 650 ribu untuk 1 gr emas, maka Rp. 55.250.000,- adalah batas nisab zakat mal saat ini.

Dan ternyata total harta yang dimiliki Joko telah melampaui nisab. Maka Joko wajib mengeluarkan zakat mal sebesar Rp1 Miliar x 2,5% = Rp25 juta per tahuan.

Baca Juga:  Penerima Zakat: Sebutan, Yang Berhak Dan Tidak Berhak

Nisab ini berlaku untuk pembayaran zakat mal dari harta berupa uang.

Dan berikut adalah rincian Nisab zakat mal selain uang, diantaranya:

  1. Nisab Emas

Nisab zakat mal untuk emas adalah sebesar 20 dinar. Dimana 1 dinarsetara dengan 4,25 gram emas. Jadi nisab Emas adalah adalah 85 gram emas murni.

Dan besar zakat malnya adalah 2,5% dari total emas yang dimiliki jika sudah melebihi nisab.

Jadi jika Anda memiliki 100 gram emas dan telah dimiliki selama setahun. Karena 100 Gram sudah diatas batas nisab, maka wajib mengeluarkan zakat sebesar => 2,5% x 100 gram = 2,5 gram emas atau uang senilai harga emas tersebut.

  1. Nisab Zakat Mal Untuk Perak

Sedangkan untuk nisab harta berupa perak adalah sebesar 200 dirham. Dimana 1 dirham setara dengan 595 gram emas. Untuk perhitungan zakat malnya sama dengan nisab emas

  1. Nisab Hewan Ternak

Untuk zakat hewan ternak ada syarat tambahan, yaitu hewan ternak tersebut harus lebih sering digembalakan di padang rumput yang mubah ketimbang dicarikan makanan.

Untuk nisab hewan ternak adalah:

  • 5 ekor untuk unta
  • 30 ekor untuk sapi
  • 30 ekor untuk kambing

Berikut ini adalah nisab hewan ternak:

Untuk Hitungan lengkapnya bisa dilihat pada tabel berikut:

No Jumlah Sapi (Ekor) Jumlah Yang  Dikeluarkan
1. 30-39 1 ekor tabi’ atau tabi’ah
2. 40-59 1 ekor musinnah
3. 60 2 ekor tabi’ atau tabi’ah
4. 70 1 ekor tabi’ 1 musinnah
5. 80 2 ekor musinnah
6. 90 3 ekor tabi’
7. 100 2 ekor tabi’ dan 1 ekor musinah

 

No Jumlah Kambing (Ekor) Jumlah Yang Dikeluarkan
1. 40 1 ekor
2. 120 2 ekor
3. 210-300 3 ekor
4. >300 1 ekor kambing setiap 100 ekor

Keterangan: tabi’ (sapi jantan) dan tabi’ah (sapi betina) yang berusia setahun. Musinnah adalah sapi betina yang berusia 2 tahun.

  1. Nisab Hasil Pertanian Untuk Zakat Mal

Untuk hasil pertanian besaran nisabnya adalah 5 wasaq.  Dimana 1 wasaq setara dengan 60 sha’ dan 1 sha’ = 3 kg. Jadi untuk hasil pertaniannya nisabnya adalah sebesar 900 kg hasil tani.

Sedangkan untuk besaran zakat malnya adalah 5% jika memakai alat penyiraman dan 10% jika pengairannya memanfaatkan hujan.

  1. Nisab Barang Perniagaan

Jka Anda memiliki barang perniagaan ada syarat tambahan sebelum mengeluarkan zakat Mal, yaitu:

  • Memiliki barangnya tanpa paksaan, misalnya membeli dan menerima hadiah.
  • Memiliki barangnya untuk diperdagangkan.

Sebelum mengeluarkan zakat harta, pedagan wajib menghitung nilai barang dengan harga beli, kemudian dijumlahkan dengan keuntungan bersih.

Contoh:

Retno menjumlahkan barang dagangannya pada satu periode dengan total Rp. 400 juta, keuntungan bersih Rp 100 juta, dan masih ada utang Rp200juta.

Perhitungannya menjadi;

Modal – utang; Rp400 juta – Rp200 juta = Rp200 juta

Total harta zakat = Rp200juta + Rp100 juta = Rp300 juta.

Maka Retno harus membayar zakat mal sebesar Rp300juta x 2,5% = Rp 7.500.000,-

  1. Nisab Barang Temuan (Harta Karun)

Khusus untuk barang temuan tidak ada nisab baginya. Jadi berapapun besaran barang temuan tersebut, penemu wajib mengeluarkan zakat sebesar 20% dari nilai riqaz (barang temuan).

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian zakat mal (zakat harta), ketentuan, jenis-jenis, dan cara menghitungnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda.