Hukum Zakat Fitrah: Ketentuan, Diganti Dengan Uang Dan Dalilnya

1148
ketentuan-dan-hukum-zakat-fitrah

Hukum Zakat Fitrah Bila Diganti Dengan Uang, Pahami Dulu Ketentuan Dan Tata Caranya.

Zakat termasuk ke dalam rukun Islam. Salah satu zakat, yaitu zakat fitrah wajib dibayarkan di bulan suci ramadhan, dengan batas waktu terakhir sebelum dimulainya salat Idul fitri.

Diwayatkan dari Ibnu Abbas, Nabi Muhammad mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci orang yang berpuasa dari kata-kata tak berguna dan kotor, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin.

“Barangsiapa mengeluarkan (zakat itu) sebelum salat id maka itu adalah zakat yang diterima. Bila ia mengeluarkannya setelah salat id maka menjadi sedekah biasa” (H.R. Abu Dawud).

Dari hadist di atas, dapat disimpulkan dalam membayar zakat ketepatan waktu itu sangat penting.

Zakat dihitung sebagai zakat fitrah Jika dikeluarkan sebelum dilaksanakannya Salat id.

Namun, jika dikeluarkan setelah salat Id, maka hal itu merupakan sedekah biasa.

Apa Itu Zakat Fitrah ?

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum. Bagi hamba dan yang merdeka, bagi laki-laki dan perempuan, bagi anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin.”

Beliau memerintahkan agar zakat tersebut ditunaikan sebelum manusia berangkat menuju shalat ‘ied.” Muttafaqun ‘alaih.(HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga:  Zakat Mal: Penerima, Pengertian, Hukum, Berapa Persen, Dan Nisabnya

Pengertian 

Zakat fitrah adalah zakat yang harus ditunaikan bagi seorang muzakki yang telah memiliki kemampuan untuk menunaikannya.

Zakat fitrah adalah zakat wajib saat bulan ramadhan yang harus dikeluarkan sekali setahun yaitu menjelang idul fitri.

Pada prinsipnya, zakat fitrah haruslah dikeluarkan sebelum sholat idul fitri dilangsungkan. Itulah hal yang menjadi perbedaan zakat lainnya dengan zakat fitrah.

Karena dalam setiap harta manusia ada sebagian hak orang lain maka Zakat fitrah berarti menyucikan harta.

Oleh karenanya, tidak ada suatu alasan pun bagi seorang hamba Allah yang beriman untuk tidak menunaikan ibadah ini karena telah diwajibkan bagi setiap muslim.

Laki-laki maupun perempuan, orang yang merdeka atau budak, anak kecil atau orang dewasa. Ini perkara yang telah disepakati oleh para ulama.

Hukum Zakat Fitrah

Hukum zakat fitrah adalah wajib ditunaikan bagi setiap muslim yang mampu.

Besar zakat fitrah yang harus dikeluarkan sebesar nilainya sama dengan 2,5 kilogram beras, kurma, gandum, sagu, atau biasa disebut dengan satu sha’ atau 3,5 liter beras yang disesuaikan dengan konsumsi per-orangan sehari-hari.

Ketentuan ini didasarkan pada hadits sahih riwayat Imam Ahmad, Bukhari, Muslim dan Nasa’i dari Ibnu Umar .

Bahwa Rasulullah telah mewajibkan membayar membayar zakat fitrah satu sha’ kurma atau sha’ gandum. Kepada hamba sahaya, orang yang merdeka, laki-laki, perempuan, anak-anak, dan orang dewasa dari kaum muslim.

Tata Cara Membayar Zakat Fitrah

Zakat fitrah dapat disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat terpercaya di Indonesia.

Zakat fitrah afdholnya dikeluarkan di hari-hari terakhir bulan suci ramadhan sebelum waktu sholat idul fitri.

Dan inilah yang menjadi pokok pembeda sedekah-sedekah lainnya dengan zakat fitrah.

Sebagaimana tercantum pada hadits Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang berbunyi :

Baca Juga:  Penerima Zakat: Sebutan, Yang Berhak Dan Tidak Berhak

“Barangsiapa yang menunaikan zakat fitri sebelum shalat Id maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat Id maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud).

Kunci dari sebuah ibadah adalah niat, termasuk juga saat akan mengeluarkan zakat fitrah hendaknya kita membaca niat.

Dalam pembayaran zakat fitrah, niatnya dibedakan berdasarkan siapa yang mengeluarkan zakat seperti:

  1. Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri

zakat-fitrah-dengan-uang

  1. Zakat Fitrah Untuk Anak Laki-Laki

ketentuan-zakat-fitrah

  1. Zakat Fitrah Untuk Anak Perempuan

niat-dan-tujuan-zakat-fitrah

  1. Zakat Fitrah Untuk Istri

ﻧَdalil-dan-tujuan-zakat-fitrah

  1. Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri Dan Seluruh Keluarga

zakat-fitrah-dengan-uang

  1. Niat Zakat Fitrah Untuk Orang Yang Diwakilkan

zakat-fitrah-berapa-kg

Setelah membaca niat dan menyerahkan zakat, orang yang menerimanya disunnahkan untuk mendoakan orang yang memberi zakat dengan doa-doa baik.

Doa seperti ini boleh diucapkan dalam bahasa apa pun, berikut salah satu contohnya,

syarat-dan-hukum-zakat

Hukum Zakat Fitrah Diganti Dengan Uang

Terkait hukum membayar zakat fitrah dalam bentuk uang, para ulama juga berbeda pendapat.

Pertama, zakat fitrah tidak boleh diganti dengan uang.

Pendapat ini berdasarkan mazhab Maliki, Syafi’i, dan Hanbali para imam besar ini berpendapat sama tentang hukum zakat fitrah yaitu tidak boleh diganti dengan uang.

Mereka berpegangan pada hadits riwayat Abu Said:

dalil-zakat-fitrah

Dalam hadist diatas terlihat bahwa  para sahabat Nabi tidak mengeluarkan zakat fitrah kecuali dalam bentuk kebutuhan bahan pokok .

Kebiasaana para sahabat ini semakin menguatkan dalil bahwa harta yang wajib dikeluarkan untuk zakat fitrah adalah bahan pokok (bahan makanan).

Mereka juga berargumentasi, zakat fitrah merupakan ibadah yang diwajibkan atas jenis harta tertentu.

Sehingga tidak boleh dibayarkan dalam bentuk selain jenis harta dimaksud, sebagaimana tidak boleh menunaikannya di luar waktu yang sudah ditentukan.

Baca Juga:  Penerima Zakat: Sebutan, Yang Berhak Dan Tidak Berhak

Kedua, Zakat fitrah bisa dibayarkan dengan uaang sesuai dengan Madzhab Hanafi.

Mereka berpedoman pada firman Allah subhanahu wa ta’ala:

pengertian-zakat-fitrah-dan-ketentuannya

Pada ayat tersebut, Allah memerintahkan kita untuk menafkahkan sebagian harta yang kita cintai.

Harta yang paling dicintai pada masa Rasul berupa makanan, sedangkan harta yang paling dicintai pada masa sekarang adalah uang. Karenanya, menunaikan zakat fitrah dalam bentuk uang diperbolehkan.

Disamping itu, mereka juga berargumen bahwa menjaga kemaslahatan merupakan hal prinsip dalam hukum Islam.

Dalam hal zakat fitrah, mengeluarkan zakat dalam bentuk uang membawa kemaslahatan baik untuk muzakki maupun mustahiq zakat.

Bagi pengeluar zakat, zakat fitrah dalam bentuk dianggap lebih mudah.

Sedangkan bagi mustahiq, dengan uang tersebut ia bisa membeli keperluan yang mendesak pada saat itu. (Lihat: Abdullah Al-Ghafili, Hukmu Ikhraji al-Qimah fi Zakat al-Fithr, halaman 2-5).

Dari kedua pendapat di atas, penulis menganggap kuat pendapat pertama yang menyatakan tidak bolehnya mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang.

Kebiasaan Rasul sallallahu ala’ihi wasallam dan para sahabat dalam menunaikan zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan, merupakan dalil yang kuat akan tidak bolehnya berzakat dengan selain bahan makanan.

Adapun solusi alternatif bagi muzakki yang tidak mendapatkan bahan makanan adalah, amil zakat menyediakan beras untuk dibeli oleh para muzakki terlebih dahulu, kemudian mereka menyerahkannya kepada Amil.