Shalat Witir: Rakaat, Waktu, Dan Manfaat

648

Shalat Witir 1 Rakaat, Pahami Tata Cara Yang Benar.

Sholat witir merupakan shalat sunnah muakad yang paling utama dibanding dengan shalat sunnah yang lain.

Waktu pelaksanaannya setelah mengerjakan shalat isya’ sampai sebelum terbitnya fajar shadiq.

Begitu istimewahnya sholat ini, sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepada sahabat beliau agar senantiasa mengerjakannya, jangan sampai meninggalkannya.

Sholat witir ini juga disunnahkan untuk dilaksanakan sebagai penutup sholat malam.

Tata Cara Shalat Witir

Hukum dari shalat sunnah ini adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan).

Disebut shalat witir karena jumlah rakaatnya ganjil. Imam Abu Hanifah berpendapat sholat ini hukumnya wajib, namun pendapat itu tidak kuat.

  1. Waktu Shalat Witir

Shalat witir adalah shalat sunnah yang waktu pelaksanaanya adalah mulai dari setelah sholat Isya’ hingga terbitnya fajar.

Kapan Rasulullah mengerjakan sholat witir? Imam Ahmad meriwayatkannya:

manfaat-shalat-witir-dan-tata-caranya

Namun Rasulullah paling sering melaksanakan witir pada akhir malam.

Sayyid Sabiq menjelaskan dalam Fiqih Sunnah, disunnahkan menyegerakan sholat witir pada permulaan malam bagi orang yang khawatir tidak bisa bangun pada akhir malam.

Tapi witir menjadi sunnah dilakukan pada ahkhir malam bagi mereka yang sanggup bangun di akhir malam.

Tentu yang paling utama adalah pada akhir malam, sebagaimana hadits yang diriwayatkan Jabir radhiyallahu ‘anhu:

waktu-dan-manfaat-sholat-witir

  1. Bilangan Atau Jumlah Rakaat

Sesuai namanya, sholat witir adalah sholat sunnah yang jumlah rakaatnya ganjil. Minimal satu rakaat, bisa pula tiga rakaat, lima rakaat atau tujuh rakaat.

  1. Tata cara

Dalam mengerjakan witir, boleh dikerjakan dua rakaat-dua rakaat kemudian diakhiri dengan satu rakaat.

Baca Juga:  Shalat Jumat: Syarat Wajib, Syarat Sah Dan Hukum Bagi Musafir

Dengan masing-masing satu tasyahud dan satu kali salam. Boleh juga dilakukan sekaligus dalam satu salam.

Untuk tiga rakaat atau lebih dengan sekali salam ini, boleh degan dua tasyahud sekali salam.

Boleh pula hanya dengan satu tasyahud di rakaat terakhir saja, sebagaimana hadits dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha:

shalat-witir-3-rakaat-sebelum-tidur

Bolekah Shalat Witir 1 Rakaat?

Sebagaimana diketahui, shalat sunnah witir satu rakaat boleh dilakukan.

Meski demikian, Witir satu rakaat menyalahi yang utama sehingga sebaiknya dilakukan minimal tiga rakaat.

Dalam kitab Nihayatuz Zain disebutkan bahwa jumlah minimal shalat witir adalah satu rakaat.

Tidak makruh jika hanya mengerjakan satu rakaat shalat witir menurut pendapat yang muktamad, tetapi khilaful aula (menyalahi yang utama), (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], halaman 100).

Tetapi berapapun jumlah rakaat yang dipilih, seseorang harus menyudahi shalat sunnah ini dengan bilangan ganjil satu rakaat menurut qaul yang rajih.

Adapun surat yang dibaca setelah pembacaan Surat Al-Fatihah bersifat sunnah.

Mereka yang witir sendiri dapat memilih surat mana saja yang mudah baginya untuk dibaca setelah Surat Al-Fatihah.

Lazimnya dianjurkan pembacaan Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

Jadi, secara teknis, shalat sunah Witir satu rakaat menurut Madzhab Syafi’i adalah sebagai berikut:

  1. Pelafalan niat shalat sunnah Witir.
  2. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.
  3. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.
  4. Baca ta‘awudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu ia membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas dengan jahar (lantang).
  5. Rukuk.
  6. Itidal.
  7. Baca doa qunut di paruh kedua bulan ramadhan.
  8. Sujud pertama.
  9. Duduk di antara dua sujud.
  10. Sujud kedua.
  11. Duduk tasyahhud.
  12. Salam.
  13. Istighfar, zikir, dan dianjurkan membaca doa.
Baca Juga:  Shalat Qadha: Pengertian, Niat Dan Tata Cara Saat Haid

Manfaat Sholat Witir

Sholat witir memiliki banyak keutamaan atau fadhilah. Kita bisa mengetahuinya melalui sejumlah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

  1. Amal Yaumiyah Rasulullah

salah satu amal yaumiyah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam secara rutin adalah sholat witir.

Beliau biasa mengerjakan sholat sunnah ini sebagaimana hadits dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu:

Witir bukan keharusan seperti sholat wajib kalian, akan tetapi ia adalah sunnah yang biasa dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (HR. An Nasa’i dan Tirmidzi; shahih lighairihi)

  1. Allah Mencintai Witir

Allah Azza wa Jalla mencintai yang witir. Karenanya, sholat dengan rakaat witir ini pun dicintaiNya. Orang yang mengamalkan sholat sunnah ini juga akan dicintaiNya. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

Sesungghnya Allah itu witir, mencintai yang witir/ganjil (HR. Muslim)

  1. Amalan Ahli Al-Quran

Para ahli Qur’an di kalangan sahabat adalah mereka yang hafal Al Quran dan sangat komitmen untuk mengamalkan serta mendakwahkannya.

Mereka merupakan sahabat-sahabat yang utama. Sholat witir menjadi salah satu amalan yang diperintahkan Rasulullah kepada ahli Qur’an, agar semakin dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala.

  1. Sangat Ditekankan Rasulullah

Sholat witir sangat ditekankan oleh Rasulullah untuk dilakukan para sahabat beliau. Sehingga ketika menganjutkan sholat ini, beliau mengulangi penyebutannya.

  1. Diwasiatkan Dikerjakan Setiap Hari

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

“Kekasihku (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dua rakaat dan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bagaimana Hukum Shalat Tahajud Setelah Witir?

Kalau pada awal waktu kita sudah melakukan witir dengan lengkap terus tidur, kemudian kita bangun pada malam hari, maka kita boleh melakukan shalat tahajud.

Baca Juga:  Khutbah Jumat: Definisi, Syarat, Rukun Dan Hal Yang Membatalkan

Akan tetapi lebih baik jika witir diletakkan diakhir sebagai penutup dari shalat malam.

Namun witir juga disunahka dilakukan diawal waktu bagi mereka yang khawatir tidak bisa bangun pada malam hari.

Sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW:

sunnah-akhir-malam

Pertama, kalimat perintah (fi’il amar) dalam hadist tersebut tidak berarti wajib, tapi sebagai petunjuk atau anjuran. Sebaiknya akhir dari shalat malam adalah witir.

Jadi meskipun orang itu sudah melakukan shalat sunnah ini pada awal waktu maka tetap disunahkan shalat tahajud pada malam hari.

Hanya saja tidak boleh sholat witir lagi. Sesuai dengan hadist nabi Muhammad yang berbunyi : “Tidak ada dua witir dalam satu malam” (Fiqh As-Sunnah: 1/145-148 dan fath al-mu’in)