Shalat Sunnah Awwabin: Penjelasan Dan Tata Caranya

1323
fungsi-dan-panduan-sholat-sunnah-awwabin-2-rakaat-dan-doanya

Shalat Sunnah Awwabin Setelah Maghrib, Pahami Tata Cara Dan Doanya.

Diantara shalat sunnah yang banyak masyarakat kerjakan adalah Shalat Awwabin.

Ciri-ciri seorang wali Allah adalah giat beribadah sunnah setelah menyempurnakan ibadah yang wajib.

Kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang salah satu ibadah sunnah yang sangat utama. Terdapat banyak fadhilah padanya.

Ibadah itu dinamakan shalat awwabin.

Apa Itu Shalat Awwabin?

Shalat sunnah awwabin ada yang menyebut adalah shalat dhuha yang dilaksanakan pada waktu yang paling afdhal yaitu ketika matahari telah menyengat sekitar satu atau dua jam sebelum dhuhur.

Adapun kata awwabin (أَوَّابِيْن)  merupakan bentuk plural dari kata awwab (أَوَّاب) yang memiliki arti seorang yang banyak kembali kepada Allah dengan taubat dan dzikir mengingatnya.

Istilah shalat Awwabin itu sendiri memilik dua konotasi, bisa diartikan shalat Dhuha, bisa juga diartikan shalat sunah di antara Maghrib dan Isya sebagaimana yang dikemukakan para ulama dari kalangan Madzhab Syafi’i.

Kendati demikian, Madzhab Syafi’i cenderung menggunakan istilah shalat Awwabin dengan pengertian yang kedua, yaitu shalat sunah yang dilakukan di antara Maghrib dan Isya.

panduan-shalat-awwabin

Karenanya shalat Awwabin dikonotasikan di antara keduanya sebagaimana dikemukakan oleh Madzhab Syafi’i.

Hanya Madzhab Syafi’i yang menamakan shalat di antara Maghrib dan Isya dengan shalat Awwabin,”. (Lihat Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, Mesir, Darush Shafwah, cet ke-1, juz XXVII, halaman 134-135).

Kenapa Dinamakan Shalat Sunnah Awwabin?

Pertanyaannya kemudian, kenapa dinamai shalat Awwabin? Disebut “shalat Awwabin” karena orang yang menjalankannya itu kembali kepada Allah dan bertobat dari kesalahan yang dilakukan pada siang hari.

Ketika ia menjalankan shalat tersebut berulang-ulang, maka hal itu merupakan penanda pertobatan atau kembalinya ia kepada Allah kendati hal tersebut tidak disadarinya.

Baca Juga:  Shalat Jumat: Syarat Wajib, Syarat Sah Dan Hukum Bagi Musafir

fungsi-shalat-sunnah-awwabin

Karenanya, ketika ia melakukannya berulang-ulang, maka hal itu merupakan penanda kembalinya ia (bertobat) kepada Allah ta’ala.

Meskipun itu tidak disadarinya,” (Lihat Sulaiman Al-Jamal, Hasyiyatul Jamal, Beirut, Daru Fikr, juz, 609). Shalat Awwabin juga disebut “shalat ghaflah” (shalat lalai).

Menurut apa yang kami pahami dari keterangan di kitab Al-Iqna`, disebut demikian karena umumnya orang cenderung lalai pada saat antara Maghrib dan Isya.

Karena disibukkan dengan aktivitas lain seperti makan malam, tidur, dan lain sebagainya.

Tata Cara Shalat Sunnah Awwabin

Shalat Awwabin merupkan salah satu shalat sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan antara shalat Maghrib dan Isya’.

Shalat ini dianjurkan untuk dikerjakan sendirian, tanpa berjemaah.

Ulama berbeda pendapat terkait jumlah rakaat paling banyak dari shalat ini, sebagian mengatakan 20 rakaat, ada yang mengatakan 6 rakaat, 4 rakaat dan 2 rakaat.

Menurut Syaikh Zainudin Al-Malibari, jumlah rakaat paling banyak dari shalat Awwabin adalah 20 rakaat, sementara paling sedikit adalah 2 rakaat.

Dalam kitab Fathul Muin, Syaikh Zainudin Al-Malibari berkata;

tata-cara-shalat-awwabin-dan-doanya

Berikut adalah tata cara shalat sunnah awwabin yang benar:

Pertama, niat shalat Awwabin pada saat takbiratul ihram. Lafadz niatnya sebagai berikut;

tata-cara-shalat-awwabin-6-rakaat-dan-doanya

Kedua, pada setiap rakaat setelah membaca surah Al-Fatihah disunahkan membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 6 kali, surah Al-Falaq sekali dan surah Al-Nas sekali.

Begitu juga pada rakaat kdua.

Ketiga, setelah salam disunahkan untuk membaca doa berikut;

shalat-sunnah-awwabin-2-rakaat