Shalat Qadha: Pengertian, Niat Dan Tata Cara Saat Haid

1503

Shalat Qadha Dengan Niat Dan Tata Cara Serdasarkan Al-Qur’an Dan Hadist.

Sedikit perlu di ketahui bahwa shalat 5 waktu menjadi satu kewajiban yang tidak boleh di tinggalkan oleh seluruh umat islam.

Terutama jikalau beliau sudah hingga pada usia baligh menurut syariat.

Barang siapa yang tidak melaksanakannya maka dosa baginya, bahkan kewajiban ini tidak ada kemurahan kecuali beliau hilang kesadarannya.

Sehingga dengan begitu barang siapa yang berani meninggalkannya maka beliau harus menggantinya atau mengqadha shalat tersebut dengan segera.

Biasanya kebanyakan orang yang suka tertinggal yaitu shalat subuh karena kebablasan tidur hingga siang baik itu karena pulas atau kecapaian kerja hingga malam.

Pengertian Shalat Qadha

Penting rasanya kita memahami dahulu tentang pengertian shalat qadha sebelum membahas lebih jauh. Agar tidak ada salah tafsir dalam pembahasan selanjutnya.

Sebelum menjelaskan bagaimana tata cara mengqadha shalat, terlebih dahulu kita akan membahas apa itu qadha.

Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhabi Imam al-Syafi’i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000), juz I, hal. 110 menjelaskan qadla shalat sebagai berikut:

sarwat-qadha-dan-niatnya

Keterangan cuplikan kitab diatas menjelaskan bahwa jika dilaksanakan di luar waktunya maka disebut qadha dan jika shalat dilaksanakan di dalam waktunya disebut sebagai adâ’.

Ada dua macam qadha menurut al-Khin dan al-Bagha, yakni:

tata-cara-shalat-qadha

Dengan demikian, lupa ataupun sengaja, shalat yang kita tinggalkan harus segera kita qadla.

Baca Juga:  Shalat Qabliyah Dan Ba'diyah Jumat: Pengertian, Tata Cara Dan Hukum

Niat Shalat Qadha

Sama halnya saat melaksanakan shalat fardhu dan sunnah lainnya maka, saat shalat Qadha’ pun kita harus membaca niat sebelum memulainya yaitu:

  • Niat Qadha Subuh

niat-shalat-qadha-subuh

  • Niat Qadha Dzuhur

niat-shalat-qadha-dhuhur

  • Niat Qadha Asar

niat-shalat-qadha-ashar

  • Niat Qadha Magrib

niat-shalat-qadha-maghrib

  • Niat Qadha Isya’

niat-shalat-qadha-isya

Tata Cara Mengqadha’ Shalat

Tidak ada cara khusus untuk mengganti shalat yang terlewat itu kecuali secepat mungkin mulai melaksanakannya.

Dari segi gerakan dan jumlah rakaat sama seperti shalat yang ditinggalkan itu.

Hal ini senada dengan dalil hadis riwayat Imam Bukhari No. 572:

niat-dan-tata-cara-shalat-qadha

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengqadha shalat

  1. Jika Shalat Qadha Tidak Lebih Dari Lima Salat Fardhu

Jika Anda ingin mengqadha beberapa shalat fardhu (tidak lebih dari 5 sholat fardhu) maka hendaknya dilakukan secara tertib.

Berurutan mulai dari subuh Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib dan Isya.

Pelaksaan shalat qadha’ ini sunnah hukumnya bagi kalangan madzhab Syafi’i.

Berbeda dengan madzhab Maliki yang mengatakan bahwa shalat empat rakaat yang diqadha oleh seorang musafir (dalam perjalanan) maka cukup dilaksanakan 2 rakaat saja.

  1. Jika Shalat Fardhu Yang Diqadha Itu Lebih Dari Lima Kali Salat Fardhu

Maka tidak diharuskan secara tertib mengerjakannya.

Bisa dilakukan pada msing masing waktu shalat. Misal shalat subuh yang tertinggal diganti pada waktu sbuh yang semestinya dan begitu seterusnya.

Mengenai banyaknya shalat yang harus diqadha bisa dihitung dari banyak shalat yang ditinggalkan bisa beberapa hari, bulan bahkan tahun.

  1. Shalat Qadha Menurut Madzhab Maliki

Imam Maliki berpendapat bahwa pelaksanaan shalat yang diqidha hendaknya didahulukan daripada shalat yang sedang hadir (waktunya).

Jika pada waktu shalat isya’ kita hendak mengqadha shalat asar dan maghrib, maka cara qadha shalat tetap dengan cara ber-sirri (suara tidak dikeraskan).

Baca Juga:  Shalat Sunnah Awwabin: Penjelasan Dan Tata Caranya

Dan demikian pula jika shalat subuh diqhasar pada waktu siang hari, maka tetap bacaannya dijaharkan sama kalau melaksanakan shalat Subuh pada waktunya.

Baik qadha itu dalam jumlah sedikit atau banyak, cara melakukannya wajib secara tertib menurut keterlambatan pada diri salat masing-masing.

Dan jika pelaksanaannya tidak secara tertib, makruh hukumnya.

Cara Shalat Qadha Karena Haid

Adapun masalah bagaimana cara mrngqadha shalat karena haid, maka tidak ada perbedaan dalam prakteknya.

Semua bacaannya sama saja seperti shalat biasa dan niatnya cukup dengan lafadz niat yangtelah ditulis diatas.

Hanya saja yang perlu diperhatikan bagi wanita haid adalah shalat mana yang wajib di qadha dan mana yang tidak perlu.

Saat haid sebenarnya wanita tidak perlu mengganti shalat wajib yang tertinggal kecuali:

  • Jika darah haidnya berhenti diwaktu ashar, maka pada saat itu dia berkewajiban mandi dan melakukanshalat ashar serta mengqadha shalat dzuhur.
    Sebab shalat dzuhur bisa dijamak takhir sehingga wanita haid juga wajib mengqadha shalat dzuhurnya.
  • Jika darah haidnya berhenti diwaktu isya. Maka pada saat itu dia berkewajiban mandi dan melakukan shalat isya’ serta mengqadha’ shalat maghrib.
    Wanita haid juga wajib mengqadha shalat maghrib tersebut, sebab shalat maghrib bisa dijamak takhir sehingga.

Incoming search terms:

  • cara qadha shalat