Puasa Mutih : Pengertian, Macam, Niat, Manfaat, Dan Hukum Islam

2229
niat-puasa-mutih-untuk-pengasihan

Puasa Mutih Dengan Tujuan Dan Manfaatnya Menurut Pandangan Islam.

Terdapat beberapa jenis ibadah puasa dalam Islam.

Mulai dari puasa wajib di bulan ramadhan, puasa nadzar, puasa sunah Senin-Kamis, puasa Daud, puasa hari Arafah.

Puasa 6 hari di bulan Syawal, puasa tiga hari di pertengahan bulan, dan sebagainya.

Puasa-puasa tersebut jelas dalilnya dan ada tuntunannya dalam Islam.

Namun, di masyarakat kerap muncul jenis-jenis puasa lain yang tak jelas asal-usulnya dalam Islam, salah satunya adalah puasa mutih.

Sebelum kita membahas hukum islam tentang puasa mutih ini tak ada salahnya kita tahu tata cara dan niatnya.

Mulai dari niat, Batas Waktu, Pantangan dan beebrapa hal lain tentang puasa mutih ini.

Pengertian Dan Macam Puasa Mutih

Puasa dari segi bahasa artinya menahan diri, adapun dari segi istilah maknanya adalah suatu ibadah dengan cara menahan diri dari makan, minum serta jimak (hubungan intim suami istri), mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Sedangkan pengertian puasa mutih sendiri terdapat dua versi yaitu:

  1. Puasa Mutih Versi Kejawen

    Puasa jenis ini biasanya dilakukan oleh pengikut tarekat yang mana pelaku hanya makan sekepal nasi putih dan segelas air putih saja, tanpa sayur, lauk atau sesuatu yang berwarna.
    Umumnya puasa  jenis ini dilakukan dengan tujuan tertentu seperti puasa mutih pengasihan agar disayang atasan atau orang yang dicintai. Dan ada juga puasa mutih Jodoh untuk memudahkan mencari jodoh dan lain sebagainya.
    Puasa versi kejawen sendiri pun ada 2 versi yaitu puasa mutih yang tata caranya sama dengan puasa pada umumnya hanya makan saat sahur dan berbuka namun hanya diperbolehkan mengonsumsi nasi putih dan air putih.
    Ada juga versi puasa kejawen yang boleh makan dan minum kapanpun asal tidak makan minum selain nasi dan air putih.
    Apapun tata caranya puasa  jenis ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang paham supranatural atau orang yang sudah mendapat ijazah dari tuan-Nya.
  1. Puasa Mutih Versi Santri
    Dikalangan pondok pesantren kita pernah mengenal puasa mutih ala santri.
    Yang dimaksud disini adalah santri dianjurkan puasa seperti biasa namun hanya makan dan minum dari olahan tumbuhan saja.
    Jadi tidak boleh berbuka dengan daging, susu dan makan olahan hewan lainnya.
    Beberapa kyai menganjurkan puasa tersebut dengan maksud melatih santri tirakat agar kelak saat waktuya santri hidup bermasyarakat ia menjadi jiwa yang tangguh.
Baca Juga:  Puasa Daud: Niat, Kehebatan Manfaat Dan Tata Caranya

Niat Dan Doa Puasa Mutih

Untuk niat dan doa puasa mutih disini juga akan kami jelaskan dalam dua versi.
Pertama, dalam versi kejawen niat puasa mutih umumnya adalah sebagai berikut:

“ Niat Insun Puasa Mutih Kerno Allah Ta’ala”

Ada juga yang menggunakan niat : “Niat Ingsun puasa mutih supaya putih bathinku putih badanku putih kaya dining banyu suci karena Allah Ta’ala”

Tidak ada niat dalam bahasa Arab untuk puasa ini. Karena jenis puasa ini memang bukan puasa yang diajarkan dalam islam.

Kedua, untuk niat puasa versi santri biasanya sama dengan puasa sunnah karena memang pelaksanaannya saat puasa sunnah.

Misalnya  puasa senin kamis, puasa Nabi Daud dan puasa sunnah lainnya.

Perbedaannya hanya terletak pada hidangan buka dan sahur yaitu hanya makanan makanan dari tumbuhan saja dalam hal ini seperti nasi dan tahu tempe. Dan minumnya pun hanya air putih saja.

Karenanya dari kalangan santri sering disebut puasa mutih.

Manfaat Puasa Mutih

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa puasa  versi kejawen dilakukan dengan tujuan tertentu seperti perjodohan, pengasihan dan ilmu kebal.

Jadi jelas manfaatnya adalah untuk mendapatkan apa yang diinginkan tersebut.

Sedangkan puasa mutih versi santri biasa ditujukan untuk mengolah jiwa santri.

Dan ternyata jenis puasa ini juga dilakukan oleh beberapa orang yang mempunyai masalah dengan kesehatan seperti diabetes.

Karena dengan puasa ini berarti dia bisa menjaga diri dari asupan lemak dan gula.
Berikut manfaat puasa versi santri ini, diantaranya:

  • Mengurangi Kadar Gula Dan Garam dalam Tubuh

    Dengan hanya memakan nasi dan air putih secara umum kadar gula dan garam dalam makanan menjadi terkurangi.
    Jika memakan masakan dari makanan makan enak bercita rasa tinggi biasanya mengandung banyak gula dan garam, atau bisa jadi berlebihan kandungannya.
    Dengan hanya makan nasi dan air putih, asupan yang masuk hanyalah karbohidrat yang dibutuhkan tubuh serta air putih agar tidak terjadi dehidrasi.

  • Meningkatkan Energi Dan Mengurangi Asupan Lemak

    Dengan menjaga jenis makanan dari daging dagingan maka secara otomatis asupan lemak dalam tubuh juga bisa dikurangi.
    Sehingga tanpa adanya lemak yang masuk tubuh akan secara maksimal membakar lemak yang tertimbun didalamnya.
    Sehingga resiko terserang penyakit karena lemak sangat kecil dan tubuh jadi lebih berenergi.

  • Membantu Mendetoks Racun Yang Ada Dalam Tubuh

    Dengan hanya mengkonsumsi asupan yang terbatas nasi dan air putih, hal ini membantu tubuh untuk mendetoks racun-racun yang ada dalam tubuh.
    Jika sehari-hari lebih banyak makan-makanan yang berat, maka kerja detoks dalam tubuh kurang optimal.

Dari manfaat diatas kita tahu bahwa para kyai menganjurkan suatu perkara pada santrinya termasuk puasa mutih ini dengan penuh pertimbangan dan tentu ditujukan untuk kebaikan santrinya.

Hukum Menurut Islam

Saat membahas hukum menurut Islam baiknya kita lihat kembali puasa versi mana yang dimaksud.

Untuk puasa versi kejawen yang biasa disebut puasa pengasihan dan lainnya tentu hal ini telah melanggar syariat islam.

Hakikat puasa dalam islam jauh berbedah dengan puasa mutih kejawen.

Aturan puasa dalam islam adalah tidak makan dan minum mulai dari waktu sebelum shubuh hingga waktu magrib.

Selain itu puasa dalam islam mensyariatkan untuk menahan diri dari segala hawa nafsu termasuk dorongan seksual yang ada dalam diri manusia.

Saat melakukan puasa versi kejawen, orang yang berpuasa masih bisa makan dan minum tapi hanya dengan air dan nasi putih.

Dalam islam makan dan minum adalah hal-hal yang membatalkan puasa.

Selain itu puasa dalam islam diniatkan bukan untuk tujuan tertentu selain beribadah pada Allah.

Bagaimana Dengan Puasa Versi Santri?

Untuk puasa versi santri niat puasanya lillah karena Allah.

Menganai aturan makanan dan minuman yang dibuat berbuka hanya untuk ditujukan melatih santri dan bukan suatu ajaran.

Karena dalam Islam tidak pernah diajarkan puasa mutih. Kalau tetap dijadikan ajaran ddan tuntunan, maka aturan ini mirip dengan ajaran atau syari’at baru.

Ada juga orang yang sengaja melakukan puasa jenis ini yaitu berbuka dengan menghindari makanan dari hewan atau istilah trendnya vegetarian.

Namun bukan karena niat puasa mutih itu sendiri melainkan karena memang dengan tujuan kesehatannya.

Maka hal ini sama dengan puasa sunnah pada umumnya.

Sebab berbuka dengan apapun adalah perkara mubah (yang diperbolehkan) dalam Islam.

Jadi kita harus pandai pandai memberikan jawaban dan wawasan.

Kalu memang hanya sekedar buka puasa dengan tidak makan ini itu, maka hukumnya boleh. Yang penting makanannya halal, baik dan menyehatkan.

Akan tetapi kalau itu dianggap sebagai kewajiban yang harus begini begitu tanpa adanya dalil dan itu membuat aturan baru, maka inilah yang dinamakan bid’ah.

Kemudian kenapa terkadang kita jumpai ada seorang ulama atau kiai yang menganjurkannya kepada sebagian santri?.

Dalam hal ini kyai tidak ada maksud megajarkan tidak boleh makan ini itu, hanya membatasi denagn maksut dan tujuan tertentu yang merupakan bagian dari riyadhah (olah jiwa, tirakat jiwa).

Karena makan daging, minum susu itu termasuk makanan dan minuman yang enak enak dan kiai sekali kali perlu melatih santri untuk hidup sengsara.

Sehingga pada akhirnya santri tersebut mempunyai mental yang tangguh dan ulet.

Maka hukum puasa mutih itu haram atau mubah tergantung dari pemahaman, niat dan tata caranya apakah sama dengan puasa versi kejawen atau versi santri.

Jika murni versi kejawen maka dapat dipastikan haram karena tidak sesuai syari’at. Sedangkan jika versi santri maka bisa menjadi mubah, tapi ingat kembali untuk menata niat hanya karena Allah.

Incoming search terms:

  • niat puasa putih
Baca Juga:  Penetapan 1 Ramadhan, Perbedaan Metode Hisab Dan Hilal