Konsep Pacaran Islami Sebelum Menikah Dan Disekolah

596
pacaran-islami-sebelum-menikah

Pacaran Islami Menurut Hukum Islam Sebelum Menikah.

Pacaran saat ini menjadi hal lumrah yang biasa dilakukan para muda mudi atu merekah yang belum menjalani ikatan pernikahan.

Banyak diantara mereka yang berfikir bahwa pacaran itu dimuali dengan cinta. Memang cinta pada kelain jenis memang fitrah yang diberikan Allah untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia.

Namun islam sebagai agama yang sempurna telah mengatur cara menyalurkan fitrah tersebut dalam syariatnya yang rahmatan lil’alamin.

Jadi bagaimana hukum pacaran menurut islam?. Sedangkan saat ini banyak bermunculan film islami yang mengemas model pacaran dilingkup ponpes meski dengan konsep tanpa bersentuhan sama sekali.

Apa yang dimaksud konsep pacaran Islami?

Diartikel ini kami akan mengulas secara detail tentang konsep pacaran islami sebelum menikah dan yang biasa dilakukan para remaja yaitu pacaran disekolah.

Adakah Pacaran Islami Sebelum Menikah?

Banyak sekali model pacaran saat ini yang dianggap sebagai pacaran islami, berikut beberapa diantaranya:

  1. Model Pacaran Seperti Biasa Namun Tidak Melakukan Zina

    Sebagian pemuda yang pemahaman agamanya masih kurang menganggap pacaran asal tidak zina adalah boleh.
    Dan pacara jenis ini yang biasa dilakukan remaja sekolah atau yang biasa disebut pacaran disekolah.

    Rosulullah bersabda dalam sebuah hadist:
    konsep-pacaran-dalam-islam
    Jika menyentuh saja sudah dilarang bagaimana dengan memeluk, mencumbu yang sudah pasti diikuti syahwat. Anda tentu bisa menjawab pertanyaan ini.

  1. Pacaran Islami Dengan Komitmen Tidak Saling Bersentuhan

    Mungkin pacaran model ini dianggap lebih syar’i, tapi apakah boleh?. Meski tanpa bersentuhan pacaran model ini tentu akan sering ketemuan, berduaan, bermesraan meski dalam sms dan walau terkadang saling mengingatkan untuk sholat.

    Tapi kita pasti tahu bahwa dalam surat An Nur ayat 30 -31 , Allah memerintahkan kaum lelaki untuk menjaga pandangannya dan kemaluannya. Dan sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat.

  2. Model Pacaran Suka Ditemani Teman Dan Tidak Mau Berduaan

    Nah model pacaran seperti inilah yang banyak diangkat dalam film layar lebar yang mengaku bernafas islami.
    Mereka menyebut ini adalah pacaran paling islami, padahal faktanya sama saja dengan pacaran model lain.
    Cuma mungkin kadarnya lebih ringan namun tetap saja saling berpandangan, yang wanita pun pasti melembut lembutkan suara, kerap bertemu meski ditemani kawan.

    Dan terkadang yang menemanipun bukan mahramnya. Apakah itu boleh?.

    Dalam Al-Qur’an, Allah secara tegas melarang hambanya untuk mendekati zina yang disampaikan dalam surat Al Isro’ ayat 32 yaitu:
    apakah-ada-pacaran-islami

    Dari ayat ini jelas dikatakan bahwa kita dilarang mendekati zina. Jika mendekati saja kita sudah dilarang apalagi melakukannya.

    Bagi mereka yang sedang dimabuk kasmaran tentunya akan memberikan pembelaan dengan mengatakan “kan pacaran saya cuma ngobrol dan berpandang pandangan saja”.
    Maka jawabannya ada pada hadist Rasulullah berikut ini:
    pacaran-islami-disebut

Lalu bagaimana cara kita mencurahkan kasih sayang pada orang kita sayangi, jawabannya adalah sebuah pernikahan.

Sebagian besar orang akan berat melakukan hal ini karena ada istilah tak kenal maka tak sayang, maka dalam islam juga diatur tentang ta’aruf.

Bagaiman Konsep Pacaran Yang Benar Menurut Islam?

Menurut syariat, ketika orang akan berhubungan dengan lewan jenis maka perlu melakukan hal berikut:

  1. Mempersiapkan Diri

    Seseoarang yang ingin berhubungan dengan lawan jenis dalam hal ini untuk sebuah pernikahan bukanlah untuk main main saja, karena itu jelas dilarang dalam islam.

    Maka ia harus mempersiapkan dirinya secara mental, fisik dan segi ekonomi. Dari sini saja sudah jelas bahwa pacaran di sekolah sangat dilanrang. Karena hanya utnuk permainan dan pelakunya pun belum siap baik secara fisik atau mental.

  2. Memilih Calon Pasangan Yang Terbaik

    Seseorang yang sudah mempunyai keinginan untuk menikah secara serius, ia harus berusaha mencari orang yang barangkali senang dengannya dan ia pun juga senang. Baik dikenalkan secara langsung atau perantara orang lain.

  3. Pacaran Islami Dengan Ta’aruf

    Ketika kita bertemu dengna calon pasangan maka kita hanya diperbolehkan melihat danberbicara seperlunya untuk sekedar mengenal karakter masing masing.
    Namun tetap tidak diijinkan Khalwat (berduaan). Harus ada mahram yang menemani seperti orang tua atau saudaranya.

Hal ini diperbolehkan hanya jika dengan niat serius dalam rangka menuju pernikahan bukan untuk bermain-main.

Karena pada dasarnya pacaran yang paling indah adalah setelah menikah.

Islam sebagai agama yang sempurna juga sudah mengatur hubungan manusia dengan lawan jenis. Hubungan ini telah diatur dalam syariat suci yaitu pernikahan.

Memang sebelum menjalankan pernikahan kita dianjurkan untuk melakukan perkenalan namun dalam Islam hendaknya dilakukan tanpa melanggar syari’at dan pasti bukan melalui pacaran.

Berbeda dengan pacaran yang cintanya hanya berisi gombal rayu dan syahwat semata, dalam sebuah pernikahan akan tercipta cinta yang hakiki.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

syarat-pacaran-dalam-islam

Ibnul Qayyim berkata, “Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta, malah cinta di antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan, karena bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak bisa tidak akan timbul keinginan lain yang belum diperolehnya.”

Pernikahan yang dilandasi oleh rasa cinta pada-Nya maka itulah yang disebut sebagai cinta sejati.

Cinta sejati akan ditemui dalam pernikahan yang dilandasi oleh rasa cinta pada-Nya.

Solusi Pacaran Islami

Lalu bagiamana dengan Anda yang terlanjur pacaran?. Maka sebaiknya segera bertaubat dan segeralah menikah.

Dan kami tidak mengatakan bahwa hendaknya segera menikahi dengan sang pacar.

Karena memilih pasangan yang benar adalah yang dapat mengantarkan Anda kepada ridha Allah, belum tentu syarat itu dimiliki pacar Anda yang sekarang.

Carilah pasangan yang shalih dan shalihah.

Dan jika Anda merasa tidak mampu baik secara fisik atau mental untuk menikah maka sebaiknya perbanyak berpuasa dan tidak berpacaran.

Syaikh Khalid bin Bulihid hafizhahullah menasehatkan pemuda yang terjangkiti penyakit isyq dengan beberapa hal:

  • Menjaga shalat dengan khusyu dan penuh tadabbur, serta memperbanyak shalat sunnah
  • Memperbanyak doa kepada Allah:

yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinik, yaa mushorrifal quluub, shorrif qalbii ilaa thoo’atik wa thoo’ati rosuulik

(wahai Dzat yang membolak-balik hati, kokohkan hatiku untuk menjalani agama-Mu, wahai Dzat yang mencondongkan hati, condongkanlah hatiku untuk menaati-Mu dan Rasul-Mu)

Karena ketika doa ini sudah dibiasakan dan Anda merendahkan diri Anda di hadapan Allah.

Maka Allah akan mencondongkan hati Anda dalam keistiqomahan menjalankan agama-Nya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

apa-itu-pacaran-syariah

Menjauhkan diri dari hal-hal yang mengingatkan Anda pada sang pacar, baik itu tempat, surat, mendengarkan suaranya, atau hal-hal lain yang mengembalikan memori Anda sehingga rasa itu timbul kembali.

Menjauhkan diri dari itu semua adalah dengan mengacuhkan semua itu, dan semakin sedikit hal-hal yang diingat dari sang pacar maka semakin sedikit pengaruh al isyq di hati.

Memperbanyak tilawah Al Qur’an dan berdzikir. Juga memperbanyak tadabbur dan tafakkur.

Karena saat hati sudah terfokus untuk beribadah dan mencintai Allah maka tidak akan mudah teralihkan oleh cinta pada makhluknya.

Karena jika hati disibukkan untuk mencintai Allah dan mengingat Allah, ia akan teralihkan cinta kepada makhluk dan dari bergantungnya hati kepada makhluknya.

Pililah Jodoh Terbaik Berdasarkan Agamanya

Saya nasehatkan kepada Anda untuk bersungguh-sungguh mencari istri yang shalihah dalam beragama, cantik rupanya, bagus akhlaknya.

Jika Anda menemukannya maka mintalah pertolongan kepada Allah untuk menikahinya. Jangan sia-siakan masa muda Anda, dan jangan bimbang untuk mengambil sikap ini.

Pernikahan akan menghiasi hari-hari Anda, memenuhi rasa haus anda akan kasih sayang dan melupakan masa lalu Anda.

Baca Juga:  Shalat Istikharah Jodoh: Pengertian, Niat, Tata Cara, Bacaan, Jawaban