Nikah Sirri: Pengertian, Hukum Tanpa Wali, Penyebab Dan Dampak

594
pertanyaan-tentang-nikah-sirri

Nikah Sirri Secara Hukum Agama Dan Pemerintah.

Seyogyanya sebuah pernikahan adalah berita menyenangkan yang hendaknya tidak ditutup tutupi.

Tapi ini bukan berarti harus dengan acara pernikahan yang mewah meski sederhana namun orang terdekat seperti saudara dan tetangga mengetahuinya.

Karena nikah secara diam diam atau yang biasa disebut dengan nikah sirri dikhawatirkan akan menimbulkan fitnah atau anggapan negatif oleh orang sekitar.

Tapi meski demikan ternyata nikah jenis ini masih sering terjadi. Bagaimana hukum nikah sirri dari segi agama islam?.

Sebelum Anda memutuskan untuk menikah sirri baiknya baca ulasan kami berikut sampai tuntas.

Pengertian Nikah Sirri

Secara bahasa kata sirri memiliki arti ‘rahasia’. Jadi bila diartikan secara bebas nikah sirri bermakna nikah secara rahasia.

Masyarakat luas menyebut nikah sirri ini dalam berbagai versi seperti nikah dibawah tangan atau nikah sah tapi diam diam.

Maka makna nikah sirri menurut masyarakat luas adalah:

  1. Pernikahan Tanpa Wali

    Pernikahan sirri atau diam-diam tanpa wali dilakukan karena dua kemungkinan.
    Yang pertama karena wali sah dari mempelai perempuan tidak sah dan alasan selanjutnya adalah karena hanya ingin memuaskan nafsu syahwat belaka.
  2. Pernikahan Sirri Yang Sah Secara Agama Tapi Tidak Secara Hukum

    Pernikahan sah secara hukum karena semua rukun terpenuhi namun tidak tercatat secara resmi di KUA.
    Hal ini bisa didasari oleh banyak faktor diantaranya faktor biaya maupun karena takut ketahuan melanggar aturan yang melarang pegawai negeri menikah lebih dari satu kali dan sebagainya.
  3. Pernikahan Yang Dirahasiakan Karena Pertimbangan Tertentu

    Misalnya karena akan mendapat ghibah atau penilaian yang buruk atau fitnah dari masyarakat atau karena pertimbangan lain.
Baca Juga:  Wali Nikah: Pengertian, Macam, Syarat Dan Hukum Dalam Islam

Jika suatu pernikahan terlaksana semua rukun dan syarat sahnya, mungkin secara agama pernikahan tersebut dianggap sah.

Namun bagaimana hukum sebenarnya dan bagaimana jika pernikahan tanpa wali?

Hukum Nikah Sirri Menurut Islam

Di dalam Islam, Nabi menganjurkan hendaknya perkawinan diumumkan kepada halayak ramai.

Walimah diajurkan oleh nabi berdasarkan pada hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Anas Bin Malik yang menceritakan bahwa sesudah perkawinan Nabi Muhammad dengan Safiah binti Hujai bin Akhtab pasca perang Khaibar, Nabi Muhammad bersabda:

hukum-nikah-sirri-syarat-dan-tata-caranya

Tujuan dianjurkannya pesta pernikahan (walimah) adalah sebagai pengumuman kepada masyarakat tentang sahnya sebuah perkawinan.

Hadist-hadist diatas menunjukkan anjuran untuk memberitahukan pernikahan melalui acara pesta pernikahan atau yang lazim dikenal dengan walimah.

Hal ini kontras sekali dengan konsep nikah sirri yang dirahasiakan dan ditutupi dari halayak ramai.

Dalam filsafat hukum Islam, tujuan Allah mensyari’atkan hukum adalah untuk kemaslahatan manusia, sekaligus untuk menghindari mafsadat (keburukan) baik di dunia maupun di akhirat

Meski secara hukum pernikahan, jika rukun nikah terpenuhi maka sahnya menjadi sah. Tapi sebaiknya hal ini dihindari.

Lalu Bagaimana Jika Nikah Sirri Tanpa Adanya Wali?

Islam melarang seorang wanita untuk menikah tanpa sepengetahuan walinya.

Hal ini didasarkan pada hadist nabi yang disampaikan oleh Abu Musa ra bahwasanya Rasulullah Saw bersabda :

Artinya : “Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali.”

Karena jika tanpa wali berarti salah satu rukunnya tidak terpenuhi, bahkan meski diganti wali hakim.

Karena wali hakim menjadi sah jika sudah tidak ada wali asli dari keluarga. Atau ditunjuk langsung oleh wali sah seperti ayah.

Tapi untuk menghindari hal ini oranng tua hendaknya tidak mempersulit syarat sebuah pernikahan anak.

Baca Juga:  Shalat Istikharah Jodoh: Pengertian, Niat, Tata Cara, Bacaan, Jawaban

Karena jika calon suami atau istri anak dari keluarga baik baik dan agamanya baik maka sebaiknya segera dinikahkan.

Jangan mempersulit dengan banyaknya mahar dan mewahnya resepsi pernikahan yang menyebabkan pasangan ini akhirnya melakukan pernikahan dibawah tangan tanpa wali.

Yang hukumnya adalah haram dan jika berkumpul maka digolongkan zina.

Faktor-Faktor Penyebab Nikah Sirri

Dalam masyarakat banyak sekali faktor yang menjadi alasan berlangsungnya nikah sirri, diantaranya:

Kurangnya Kesadaran Hukum Masyarakat

Masih banyak diantara masyarakat kita yang belum memahami sepenuhnya betapa pentingnya pencatatan perkawinan.

Bahkan beberapa pernikahan yang sudah secara resmi dicatat di KUA, banyak diantara mereka yang hanya ikut ikutan belaka.

Mereka hanya beranggapan itu adalah hal yang biasa dilakukan oleh masyarakat.

Dan pencatatan nikah di KUA hanya dianggap sebagai pelengkap administrasi.

Dan belum disertai dengan kesadaran penuh akan semua manfaat pencatatan pernikahan secara sah dalam hukum.

Ketentuan Pencatatan Perkawinan Yang Tidak Tegas

Dalam hukum pernikahan pasal 2 UU No1/1974 menyebutkan bahwa pencatatan pernikahanadalah syarat kumulatif, bukan syarat alternatif sahnya suatu pernikahan.

Sebagaimana kita ketahui, ketentuan pasal 2 UU No.1 / 1974 merupakan azas pokok dari sahnya perkawinan.

Ketentuan ayat (1) dan (2) dalam pasal tersebut harus dipahami sebagai syarat kumulatif, bukan syarat alternatif sahnya suatu perkawinan.

Akan tetapi ketentuan tersebut mengandung kelemahan karena pasal tersebut multi tafsir dan juga tidak disertai sanksi bagi mereka yang melanggarnya.

Dengan kata lain ketentuan pencatatan perkawinan dalam undang-undang tersebut bersifat tidak tegas.

Ketatnya Izin Poligami

UU No.1/1974 menyebutkan bahwa negara menganut azas monogami.

Tapi negara masih memberikan kelonggaran untuk berpoligami bagi mereka yang agamanya mengizinkan seperti Islam namun dengan persyaratan yang sangat ketat.

Baca Juga:  Indahnya Poligami: Syarat, Hukum Dan Hikmahnya

Seseorang yang ingin melakukan poligami sekurang kurangnya harus memenuhi beberapa syarat, dibawah ini:

  1. Isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri;
  2. Isteri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan;
  3. Isteri tidak dapat melahirkan keturunan (ps.4 ayat (2) UU 1/1974)

Ketatnya persyaratan inilah yang menyebabkan seseorang melakukan nikah sirri.

Terlebih syarat dan ketentuan  nikah sirri lebih muda.

Dampak Nikah Sirri

Dari segi dampak nikah sirri memiliki dampak positif dan negatif, diantaranya:

  1. Dampak Positif

    Beberapa orang yang melakukan nikah sirri berasumsi bahwa hal ini ia lakukan untuk menghindari zina.
    Karena cenderung lebih cepat dan tak butuh banyak biaya. Padahal saat ini pernikahan Di KUA pun bebas tanpa biaya.
    Tapi hal ini kembali pada individu masing masing.

  1. Dampak Negatif

    Nikah Sirri atau diam diam tidak dianjurkan oleh agama Islam karena membawa dampak negatif yang mungkin akan dirasakan oleh anak turun pasutri tersebut, seperti:

a). Hukum

Jika dilihat lebih jauh pernikahan sirri sebenarnya merugikan wanita dan anaknya kelak. Karena hak hukumnya tidak dapat dirasakan seperti:

  • Tidak ada perlindungan hukum bagi wanita
  • Tidak ada kepastian hukum terhadap status anak
  • Tidak ada kekuatan hukum bagi istri dan anak dalam harta waris

b). Ekonomi

Sedangkan secara ekonomi dampak negatif yang akan dirasakan adalah:

  • Istri tidak dapat memperoleh perlindungan hukum untuk menuntut besarnya ekonomi yang dibutuhkan
  • Suami cenderung sewenang wenang saat memberikan nafkah pada istri
  • Tingkat kesejahteraan kehidupan keluarga rendah
  • Meningkatnya jumlah keluarga yang tidak memperoleh peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya (kendala birokrasi)
  • Memperbanyak jumlah keluarga miskin

Dan masih ada dampak sosial seperti menjadi bahan fitnah yang mungkin bisa mempengarhi kehidupan buah hati kelak.