Murtad: Pengertian, Macam Dan Tata Cara Taubatnya

2035
orang-dikatakan-murtad-apabila

Murtad Secara Keyakinan, Ucapan Dan perbuatan Dan Cara Taubatnya.

Saat ini sering kita lihat orang islam yang dengan mudah menyatakan kemurtadannya. Dan dalam islam ini adalah termasuk dalam dosa besar.

Ada juga pertanyaan yang muncul tentang tabuatnya orang murtad, apakah diterima?. Bagimana caranya?

Kita akan bahas masalah ini lengkap dalam ulasan dibawah ini. Tapi sebelumnya penting untuk Anda ketahui terlebih dahulu tentang definisi orang murtad.

Agar kita tidak salah menyebut orang itu kafir atau murtad.

Pengertian 

Orang murtad adalah seorang muslim yang keluar dari Islam dalam keadaan dia sudah akil, balig, dan tindakanya itu ia lakukan atas pilihannya sendiri, bukan atas paksaan.

Begitu kurang lebih disebutkan dalam buku Badâ’i‘ ash-Shanâ’i‘ fî Tartîb asy-Syarâ’i‘ (Fikih Hanafi), Al-Muhadzdzab fî Fiqh al-Imâm asy-Syâfi‘iy (Fikih Syafi’i), Faydh al-Ilâh al-Mâlik fî Halli ‘Umdati as-Sâlik wa ‘Uddati an-Nâsik (Fikih Maliki), dan Al-Furû‘ (Hanbali).

Dari penjelasan ini, orang yang murtad dalam keadaan mabuk, tidak dianggap murtad. Karena, ketika itu ia sedang hilang akal, tindakan murtadnya tidak dianggap.

Orang yang terbukti murtad (baik dengan meyakini di dalam hati [i’tiqâd], atau melakukan tindakan [fi‘l], atau mengeluarkan ucapan [qawl], atau meninggalkan kewajiban yang seharusnya ia kerjakan [tark]), diminta untuk bertobat selama tiga hari.

Selain itu, kemurtadan seseorang juga dengan pembuktian kesaksian oleh sekurang-kurangnya dua orang saksi yang tepercaya.

Baca Juga:  Siksa Kubur: Pengertian, Cerita, Gambaran, Dan Amalan Penyelamat

Macam Macam Murtad

Untuk mencegah kesalah pahaman tentang definisi murtad, para ulama telah menggolongkan beberapa macam, diantaranya:

1. Terkait Dengan Keyakinan

Contoh murtad yang disebabkan keyakinan diantaranya tidak mengakui sifat Allah, menolak kebenaran al qur’an dan tidak mepercayai kerasulan Nabi Muhammad SAW.

  • Mengingkari Sifat Allah

Para ulama sepakat bahwa siapa saja dari umat Islam yang meyakini bahwa tuhan itu tidak ada alias atheis, dia telah murtad dari agama Islam.

Demikian juga bila mengingkari satu dari sifat-sifat Allah yang jelas, tegas, dan tsabit, maka dia dianggap telah keluar dari agama Islam, seperti menyatakan Allah punya anak, istri dan sebagainya.

Termasuk bila seseorang mengatakan bahwa Allah itu tidak abadi, atau sebaliknya malah mengatakan alam ini kekal abadi, maka dia telah murtad.

  • Mengingkari Kebenaran Al-Quran

Orang yang menolak kebenaran Al-Quran, bahwa kitab itu turun dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, turun dengan tawatir, melalui Jibril alaihissalam, dengan bahasa Arab, serta menjadi mukjizat buat Rasulullah SAW.

Termasuk di dalamnya kategori murtad adalah orang yang menolak kebenaran satu ayat dari ribuan ayat Quran, kecuali bila ayat itu memang multi tafsir atau sudah dinasakh hukumnya.

  • Mengingkari Kenabian Muhammad SAW

Menolak kenabian Muhammad SAW termasuk keyakinan yang sesat dan mengakibatkan murtad dari agama Islam.

Sebab dasar agama Islam itu diletakkan pada keyakinan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang nabi yang menjadi utusan Allah secara resmi.

2. Terkait Dengan Perkataan

Selain dengan jalan penyimpangan keyakinan, kemurtadan itu bisa terjadi akibat ucapan atau lafadz secara lisan, yaitu apabila seseorang mengucapkan sab (سبّ).

Selain itu hal juga bisa terjadi ketika seseorang melontarkan tuduhan kafir (takfir) kepada seorang muslim tanpa hak.

  • Sab
Baca Juga:  Nadzar: Pengertian, Syarat, Hukum, Puasa Dan Shalat Nadzar

Istilah sab (سبّ) sering diartikan sebagai penghinaan atau kalimat yang merendahkan, menjelekkan, mencaci, melaknat, menghina.

Para ulama sepakat bahwa menghina Allah, rasul dan kitab al qura’an termasuk perbuatan murtad meski hanya bercnda.

Dasarnya adalah firman Allah SWT di dalam Al-Quran :

kisah-dan-penyebab-orang-murtad

  • Menghina Rasulullah Dan Keluarganya

Demikian juga para ulama sepakat tanpa ada perbedaan pendapat, bahwa orang yang menghina Rasulullah SAW telah murtad. Termasuk ke dalam penghinaan ketika seseorang menghina kekurangan baik pada diri beliau SAW, atau nasab dan agama.

Termasuk juga melaknat Nabi SAW beserta keluarganya, menuduh dengan tuduhan palsu dan mengejeknya.

  1. Terkait Dengan Perbuatan

Selanjutnya adalah contoh orang murtad karena perbuatannya adalah bersujud pada selain Allah Dan membuang kitab suci Al Qur’an.

Bahkan ada beberapa ulama yang beranggapan meninggalkan shalat secara sengaja termasuk dalam perbuatan yang dilaknat Allah ini.

Jika seseorang telah melakukan perbuatan Murtad namun telah menyadari bahwa hal ini salah, apakah mereka masih bisa bertaubat?.

Taubatnya Orang Murtad

Orang murtad itu dosa besar, akan tetapi kalau dia sudah taubat, masuk Islam lagi dan bertekad kuat tidak akan murtad lagi dosanya bisa diampuni.

Pada zaman dahulu orang orang itu rata rata jahuliyah (kafir musyrik) dan masuk Islam dosanya juga diampuni.

Islam itu menghapus dosa-dosa yang terjadi sebelumnya.

Kalau di dalam Al-Qur’an itu ada batasannya mati kafir. Allah SWT berfirman:

dalil-murtad-dalam-al-quran

Dari ayat diatas, maksud doa yang tidak diampuni itu adalah yang mati kafir. Kalau yang murtad kemudian taubat dan masuk Islam lagi dan imannya sungguh-sungguh sampai mati, maka kemurtadannya diampuni.

Hanya saja selama dia menjadi murtad tentunya mempunyai tanggungan syari’at.

Baca Juga:  Qada Dan Qadar: Macam, Dalil, Persamaan, Perbedaan

Misalnya tidak shalat, tidak puasa, zakat maka secara syar’i dia diwajibkan mengganti semua yang telah dia tinggalkan selama murtad. Kalau misalnya tidak mampu maka dilakukan semampunya.

Cara Bertaubat Orang Murtad

Pada dasarnya setelah kita sadar telah melakukan dosa kecil sampai besar maka kita wajib taubat dengan memohon ampunan kepada-Nya. Tapi bagaimana dengan orang murtad?

Jika orang murtad ingin bertaubat maka dia harus melakukan:

  1. Ikrar Kalimat Syahadat

Seorang yang telah bertaubat hendaknya mengucapkan kalimat syahadat dengan sepenuh hati. Dan bersungguh sungguh meyakini bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah.

  1. Bertaqwa Dengan Sungguh-Sungguh Kepada Allah

Seseorang yang sungguh-sungguh bertaubat hendaknya tidak hanya diucapkan melalui lisan atau hati. Namun juga benar-benar bertaqwa dengan melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

  1. Mengganti Ibadah Yang Ditinggalkan

Selama orang tersebut murtad tentu ia telah meninggalkan banyak ibadah terutama yang wajib. Maka hendaknya dia mengganti.

Jika ia tidak mampu karena terlalu banyak yang ditinggalkan, maka mengganti sesuai kemampuan maksimalnya.

Hal ini ini diambil dari pendapat imam syafi’i, jika ada seseorang yang keluar dari Islam kemudian kembali masuk Islam maka ia wajib mengqadha shalat dan zakat yang diwajibkan kepadanya, yang ditinggalkan ketika murtad.

tanda-tanda-orang-murtad

Saran kami, bentengi diri kita, keluarga, dan masyarakat sekitar kita dengan keimanan yang kokoh agar tidak terjerumus ke dalam kemurtadan.

Karena kemurtadan termasuk kategori kekafiran kelas berat.

Wallahua’lam.

Incoming search terms:

  • apakah murtad tidak sengaja harus syahadat lagi
  • bagaimana taubat dari kafir murtad
  • bagaimana taubat dari kafir muryadi