Menguburkan Jenazah: Pengertian, Doa, Tata Cara

4819
hadist-tentang-menguburkan-jenazah

Menguburkan Jenazah Dengan Cara Dan Doa Yang Sesuai Syariat Wajib Hukumnya.

Hidup dan mati seseorang sepenuhnya adalah takdir Allah yang tidak dapat diganggu gugat.

Berkaitan dengan kematian, jika ada salah satu umat muslim disekitar kita maka diwajibkan bagi umat muslim sekitarnya untuk melakukan perawatan jenazah dan menguburkannya.

Maka tak ada salahnya kita tahu cara menyelenggarakan dan menguburkan jenazah berdasarkan syariat yang akan dibahas pada review dibawah ini.

Pengertian Jenazah Dan Proses Pemakaman

Jenazah berasal dari bahasa Arab yaitu   (جن ذح) yang berarti tubuh mayat dan kata جن ذ  yang berarti menutupi.

Maka kata jenazah secara umum diartikan sebagai tubuh mayat yang tertutup.

Sedangkan menguburkan jenazah sendiri secara umum memiliki arti proses perawatan mayat mulai dari dibersihkan atau disucikan, disholati, sampai dimasukkan dalam satu liang lahat.

Salam Islam hukum penyelenggaraan dan penguburan jenazah adalah fardu kifayah atau wajib tapi dapat diwakilkan.

Artinya jika ada sebagian umat muslim yang telah melakukannya maka kewajiban bagi umat muslim lain sudah gugur.

Namun untuk kepentingan sosial dan bentuk penghormatan baiknya kaum muslim yang berada disekitar rumah jenazah dianjurkan untuk turut serta dalam proses tersebut.

Persiapan Penyelenggaraan Menguburkan Jenazah

Penyelenggaraan atau perawatan jenazah adalah satu hal yang penting untuk memastikan bahwa jenazah benar benar dalam keadaan suci saat dimasukkan dalam liang lahat.

Maka sebelum menyelenggarakan jenazah sebaiknya panitia melakukan beberapa persiapan, diantaranya:

  • Mendoakan agar dosa mayit diampuni dan memejamkan mata mayit
  • Melemaskan tangan dan disedekapkan ke dada
  • Meluruskan kaki mayit
  • Pastikan agar mulut mayit tidak menganga dengan cara mengatupkan rahang mayit dan mengikatnya dari ujung kepala hingga ke dagu
  • Selimuti jenazah dengan kain dan meletakkannya dengan menghadap kearah utara
  • Memberikan informasi kematiannya kepada kerabat dan keluarga
  • Melunasi hutang-hutang jika ia memiliki hutang
  • Segera menyiapkannya bersama orang-orang terdekat.
Baca Juga:  Tahlilan Dalam Islam: Pengertian, Doa, Bacaan Dan Hukumnya

Doa Menguburkan Jenazah

Doa adalah sesuatu yang kita panjatkan kepada Allah SWT dan berharap Allah SWT mengabulkannya.

Seorang muslim hendaknya terus memanjatkan doa saat ikut serta dalam penyelenggaraan jenazah mualai dari persiapan, saat memakamkan dan sesudahnya.

Anjuran untuk berdoa saat melakukan penguburan jenazah tertuang dalam hadist berikut ini:

hukum-menguburkan-jenazah

Berikut adalah bacaan doa yang bisa dibaca saat proses menguburkan jenazah berlangsung, yaitu:

Doa Setelah Shalat Jenazah

Setelah dipastikan mayit dalam keadaan suci dan sudah dikafani maka tahap selanjutnya adalah mayit disholati.

Dan setelahnya dianjurkan membaca doa sebagai brikut:

doa-menguburkan-jenazah-latin

Doa Apabila Jenazah Adalah Anak Kecil

Dan bila mayat ternyata masih anak anak ada doa khusus yang bisa dibaca setelah shalat jenazah dan sebelum menguburkannya.

Adapun doa tersebut berbunyi:

doa-menguburkan-jenazah-anak-kecil

Doa Saat Memasukkan Jenazah Keliang Kubur

Terutama bagi yang meletakkan jenazah dalam kubur, maka harus membaca doa saat memasukkan jenazah pada liang lahatnya.

Bacaan doa tersebut adalah sebagai berikut

tata-cara-menguburkan-jenazah-singkat

Doa Setelah Jenazah Dimakamkan

Setelah jenazah dimakamkan maka pengiring atau orang-orang yang ikut mengantarkan jenazah ke pemakaman sebaiknya juga membaca doa berikut ini:

materi-menguburkan-jenazah

Tata Cara Pemakaman Jenazah

Salah satu syarat wajib yang tidak bisa ditinggalkan saat menguburkan jenazah adalah menguburkannya dalam satu liang lahat dan menghadapkannya kearah kiblat.

Dengan tujuan agar dapat terjaga dari tersebarnya bau dan terhindar dari dimangsa binatang buas.

Namun agar penguburan mayat berjalan sempurna maka sebaiknya melakukan hal sebagai berikut:

  1. Satu Jenazah Dimasukkan Dalam Satu Lubang

Dengan ketinggian yang setara dengan tinggi orang berdiri dengan tangan melambai keatas dan lebarnya adalah seukuran satu dzira’ lebih satu jengkal.

Berdasarkan sebuah hadits riwayat Imam Turmudzi berkenaan dengan para sahabat yang terbunuh pada waktu perang uhud, beliau bersabda:

Baca Juga:  Tahlilan Dalam Islam: Pengertian, Doa, Bacaan Dan Hukumnya

tata-cara-dan-dalil-menguburkan-jenazah

  1. Saat Menguburkan, Posisi Jenazah Wajib Dimiringkan Kesebelah Kanan Dengan Wajah Menghadap Kearah Kiblat

Bahkan liang kubur wajib digali kembali jika jenazah tidak dihadapkan ke arah kiblat dan telah diurug tanah untuk dapat menghadapkan jenazahnya ke arah kiblat bila diperkirakan belum berubah.

Disunahkan untuk menempelkan pipi jenazah ke bumi.

  1. Disunahkan Liang Kubur Berupa Liang Lahat Bila Tanahnya Keras

Liang lahat yang dimaksud disini adalah lubang dengan ukuran yang cukup menampung jenazah dan dibuat di dinding kubur sebelah kiblat.

Setelah jenazah diletakkan dilubang tersebut, maka untuk menghindari tanahnya runtuh mengenai jenazah terlebih dahulu ditutup dengan menggunakan batu pipih.

Namun disunahkan dibuat semacam belahan di bagian paling bawah liang kubur seukuran yang dapat menampung jenazah bila tanahnya gembur di mana di kedua tepinya dibuat struktur batu bata atau semisalnya.

Sama dengan sebelumnya setealh jenasah dimasukkan dalam liang kubur maka sebelum diurug dengan tanah dibagian atasnya ditutup dengan batu pipih.

Bisa penulis gambarkan, belahan ini bisa jadi semacam parit yang membelah bagian dasar liang kubur. Di parit inilah jenazah diletakkan.

Adapun batu pipih untuk penutup sebagaimana disebut di atas, di Indonesia barangkali lebih sering menggunakan papan kayu sebagai penutup jenazah agar tidak terkena reruntuhan tanah.

  1. Disunahkan Pula Untuk Melepas Tali Ikatannya Dimulai Dari Kepala, Setelah Jenazah Diletakkan Secara Pelan Didasar Kubur

Akan lebih baik bila orang yang meletakkan dan meluruskan jenazah di liang kubur adalah orang laki-laki yang paling dekat dan menyayangi si mayit pada saat hidupnya.

Pada saat meletakkannya di liang lahat disunahkan membaca:

doa-setelah-menguburkan-jenazah

Mengikuti sunah Rasulullah sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imam Abu Dawud dari sahabat Abdullah bin Umar.

Bahwa bila rasulullah meletakkan jenazah di dalam kubur beliau membaca bismillâhi wa ‘alâ sunnati Rasûlillâhi shallallâhu ‘alaihi wa sallama.

Sementara Syekh Nawawi Banten dalam kitab Kâsyifatus menambahkan  bahwa ketika proses mengubur jenazah disunahkan menutupi liang kubur dengan semisal kain atau lainnya.

Ini dimaksudkan barangkali terjadi ada yang tersingkap dari diri jenazah sehingga terlihat apa yang semestinya dirahasiakan.

Disunahkan pula meletakkan jenazah dengan posisi tubuh miring ke sebelah kanan di liang kuburnya. Dan makruh hukumnya bila memiringkan tubuh mayit kesebelah kiri.

Baca Juga:  Tahlilan Dalam Islam: Pengertian, Doa, Bacaan Dan Hukumnya

Hal ini terkait dengan arah kiblat di Indonesia yang arahnya cenderung kearah barat, sedangkan wajib hukumnya menghadapkan jenazah kearah kiblat.

Maka untuk memiringkan tubuhnya ke sisi kanan ketika jenazah dikubur posisi kepala berada di sebelah utara.

Bila posisi kepala ada di sebelah selatan maka untuk menghadapkannya ke arah kiblat mesti memiringkan tubuhnya ke sisi kiri.

Bagaimana Jika Menguburkan Jenazah Orang Muslim Secara Non Muslim

Meninggal dalam keadaaan muslim atau tidak bukan berkaitan dengan proses pemakamannya. Jika ketika meninggal ia mukmin berarti ia tetap mukmin.

Kalau memang oang kafir ya tetap kafir.

Artinya jika ada orang kafir yang dirawat keluarga muslim dengan cara dimandikan, dikafani, dishalati maka matinya tetap mati kafir.

Sebaliknya kalau ada mayit orang muslim yang dipaksa untuk diurus keluarganya yang non muslim tanpa dimandikan, dikafani, dishalati padahal dia muslim maka statusnya tetap sebagaimayit muslim.

Hanya saja kalau ada orang Islam yang mati secara Islam dan dirawat tidak dengan cara Islam maka orang muslim yang ada disitu berdosa.

Karena tidak melaksanakan fardhu kifayah terkecuali jika tidak ada kepastian.

Misalnya orang tersebut sudah masuk Islam akan tetapi belum sempat mengganti KTP.

Sementara tanpa  berdasar KTP itu tidak bisa memaksa keluarganya yang non muslim agar si mayit tersebut dirawat sesuai ajaran Islam.

Dalam kondisi seperti ini, kita kembali pada kaidah agama:

dalil-menguburkan-jenazah

“Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuannya.”

Namun kita tetap diwajibkan untuk berupaya semampunya.

Umat muslim yang ikut takziyah karena keluarganya non muslim maka secara otomatis juga ala mereka, dan kita tidak bisa memaksa hal tersebut.

Dan sebelum dimakamkan biasanya disemayamkan. Orang muslim tetap dianjurkan shalat jenazah dengan cara berdiri tanpa takbir disampingnya agar tidak menimbulkan fitnah atau yang lain.

Kalau inipun tidak bisa maka kita bisa mendoakan dari jauh atau dengan cara shalat ghaib, karena dalam faedah fikih disebutkan:

hukum-dan-dalil-menguburkan-jenazah

Incoming search terms:

  • menguburkan jenazah adalah
  • tata cara menguburkan jenazah