Masa Iddah: Pengertian, Macam, Tujuan Dan Hikmah

3360
perhitungan-masa-iddah-40-hari

Masa Iddah Bagi Wanita Yang Ditinggal Suaminya Menurut Hukum Islam.

Setiap ada pertemuan tentu ada perpisahan. Begitu juga dengan sebuah pernikahan  meski telah terikat dengan satu janji tentu akan menghadapi sebuah perpisahan.

Baik berpisah karena mati atau sebuah perceraian. Dalam islam seorang wanita yang ditinggal suaminya diberikan masa Iddah agar tidak menerima lamaran orang lain pada masa itu.

Apa alasannya?, dan apa Iddah itu sebenarnya?. Simak pada ulasan berikut ini.

Pengertian Masa Iddah

Menurut ilmu syara’ masa Iddah adalah masa atau waktu menunggu bagi seorang wanita yang diceraikan suaminya baik itu karena meninggal dunia ataupun karena cerai hidup dan telah ditetapkan oleh syariat Islam.

Perlu diketahui bahwa masa Iddah ini hanya berlaku untuk wanita yang telah digauli oleh suaminya.

Dan tidak ada masa Iddah bagi wanita yang tidak dan belum digauli oleh suaminya.

Allah berfirman dalam surat Al-Ahzab, yang berbunyi:

masa-iddah-cerai-gugat-dan-cerai-hidup

Mu’taadah adalah sebutan bagi wanita yang tengah menjalani masa Iddah.

Dan masa Iddah secara garis besar dibagi menjadi 2 macam yaitu Mutawaffa ‘anha dan Ghair Mutawaffa ‘anha.

Perempuan yang menjalani waktu Iddah karena ditingal mati suaminya disebut Mutawaffa ‘anha. Sedangkan perempuan yang menjalani masa Iddah karena bercerai atau bukan ditinggal mati oleh suaminya disebut Ghair Mutawaffa ‘anha.

Macam-Macam Iddah

Menurut syariat Iddah dikelompokkan menjadi 5 golongan, diantaranya:

  1. Istri yang dalam keadaan tidak hamil dan iaditinggal meninggal dunia oleh suaminya.
    Maka ia memiliki waktu Iddah selama empat bulan sepuluh hari (4 bulan 10 hari).Ketentuan ini berlaku baik bagi istri yang  tidak belum haid, sedang haid atau telah lepas haid dan pernah dicampuri.
    Sesuai dengan firman Allah:

    macam-macam-iddah

  1. Istri yang ditinggal dalam keadaan hamil karena suaminya telah meninggal dunia. Ia harus menjalani masa Iddah sampai melahirkan, Meskipun masa itu kurang dari 4 bulan 10 hari.
  2. Istri yang dalam keadaan hamil ditalak oleh suaminya. Sama dengan nomer dua ia memiliki waktu Iddah sampai melahirkan.
    Sesuai dengan firman Allah SWT:

hukum-melanggar-masa-iddah

  1. Istri yang sedang menjalani masa Iddah saat ditalak suaminya. Maka isa harus menjalani masa Iddah selama tiga kali (3 kali) suci.
    Allah SWT berfirman:
    perhitungan-masa-iddah

Menurut Imam Syafi’i dan Maliki mengenai arti kata quru dalam ayat diatas  berarti suci. Sedangkan menurut Imam Hambali dan Hanafi berarti haid.

  1. Istri yang di talak suaminya padahal dia belum pernah haid atau sudah tidak haid (menopause) masa Iddahnya adalah tiga bulan (3 bulan).

kewajiban-istri-dalam-masa-iddah

Tujuan Dan Hikmah Masa Iddah

Dalam Islam masa Iddah diberlakukan bagi setiap muslimah dengan tujuan untuk melindungi wanita dan keturunannya.

Berikut beberapa tujuan adanya masa Iddah yang perlu Anda ketahui:

Pertama, untuk mengetahui bersihnya rahim perempuan tersebut dari bibit yang ditinggalkan mantan suaminya.

Pendapat ini telah disepakati oleh para ulama, yang waktu itu didasari oleh dua alur pikir, yaitu:

  1. Bibit yang ditinggal oleh mantan suami dapat berbaur dengan bibit orang yang akan mengawininya untuk menciptakan satu janin dalam perut perempuan tersebut.

    Dengan pembauran itu diragukan anak siapa sebenarnya yang dikandung oleh perempuan tersebut.Untuk menghindarkan pembauran bibit itu, maka perlu diketahui atau diyakini bahwa sebelum perempuan itu kawin lagi rahimnya bersih dari peninggalan mantan suaminya.

  2. Tidak ada cara untuk mengetahui apakah perempuan yang baru berpisah dengan suaminya mengandung bibit dari mantan suaminya atau tidak kecuali dengan datangnya beberapa kali haid dalam masa itu.Untuk itu diperlukan masa tunggu.

Alur pikir pertama tersebut di atas tampaknya saat ini tidak relevan lagi karena sudah diketahui bahwa bibit yang akan menjadi janin hanya dari satu bibit.

Dan berbaurnya beberapa bibit dalam rahim tidak akan mempengaruhi bibit yang sudah memproses menjadi janin itu.

Demikian pula alur pikir kedua tidak relevan lagi karena waktu ini sudah ada alat yang canggih untuk mengetahui bersih atau tidaknya rahim perempuan dari mantan suaminya. Meskipun demikian, iddah tetap diwajibkan dengan alasan dibawah ini.

Kedua, untuk ta’abbud, artinya semata untuk memenuhi kehendak dari Allah meskipun secara rasio kita mengira tidak perlu lagi.

Contoh dalam hal ini, umpamanya perempuan yang kematian suami dan belum digauli oleh suaminya itu, masih tetap wajib menjalani waktu Iddah, meskipun dapat dipastikan bahwa mantan suaminya tidak meninggalkan bibit dalam rahim isterinya itu.

Adapun hikmah yang dapat diambil dari ketentuan iddah itu adalah agar suami yang telah menceraikan isterinya itu berpikir kembali dan menyadari tindakan itu tidak baik dan menyesal atas tindakannya itu.

Dengan adanya Iddah, dia dapat menjalin kembali hidup perkawinan tanpa harus mengadakan akad baru.

Incoming search terms:

  • Jelaskan definisi dan tujuan ‘iddah!
  • MASA iddah masa menunggu bagi perempuan untuk tidak menikah tujuannya
Baca Juga:  Nafkah Istri: Pengertian, Hukum, Besaran, Yang Didahulukan