Jual Beli Tokek: Menurut Madzhab Dan Hukum Islam

2659
hukum-jual-beli-reptil-tokek-dalam-islam

Jual Beli Tokek Menurut Hukum Islam Dan Hadist Yang Menjelaskan.

Akhir akhir ini budidaya tokek dengan tujuan untuk diperjual belikan memang merebak dikalangan masyarakat Indonesia.

Sebab tokek mempunyai harga tawar yang cukup tinggi untuk digunakan sebagai obat.

Menanggapi hal ini tentu diantara kita penasaran bagaimana hukum jual beli tokek menurut Islam?.

Jual Beli Tokek Menurut Madzhab

Untuk jual beli tokek sendiri para ulam terbagi dalam dua pendapat, yaitu:

✓ Tidak boleh hal ini disebutkan oleh ulama Syafi’iyah dengan pertimbangan tidak ada manfaat yang dilegitimasi oleh syara’.

✓ Menurut ulama Hanafiyah dan Malikiyah boleh.

Menurut Syafi’iyah diterangkan dalam kitab Al-Jamal III/25:

hukum-jual-beli-tokek-konsultasi-syariah

Keterangan Pengarang “karena tidak ada manfaat darinya yang setara dengan uang” artinya tidak memberi manfaat yang dianggap dan menjadi tujuan dalam syara’ yang diperkirakan sama dengan  harta, ini yang dikehendaki.

Maka tinjauannya adalah manfaat yang menjadi tujuan dan dianggap oleh syara’ sekira sepadan dengan harta”.

Dan dalam kitab Majmu’ 9/15 Tokek termasuk hasyarot ,

hukum-jual-beli-reptil-dalam-islam

Sedang menurut Hanafiyyah, telah diterangkan dalam kitab  Al-fiqhu alaa Madzaahib al-arba’ah II/232:

transaksi-tokek-menurut-islam

Demikian juga dalam kitab Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuh IV/181-182

madzhab-tentang-jual-beli-tokek

Tolak ukurnya menurut mereka (madhab hanafi) adalah semua yang beranfaat itu halal menurut syara’ maka sungguh memperjualbelikannya boleh, karena semua makhluk yang ada memang di ciptakan untuk kemanfaatan manusia”.

Dalam kitab Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuh IV/446-447 diterangkan menurut Malikiyyah telah

madzhab-yang-memperbolehkan-jual-beli-tokek

Artinya:

“Boleh menjual belikan binatang melata dan berbisa seperti ular dan kalajengking bila memang memberi manfaat.

Tolak ukurnya menurut mereka (madhab maliki) adalah semua yang bermanfaat itu halal menurut syara’ karena semua makhluk yang ada memang di ciptakan untuk kemanfaatan manusia dengan dalil firman Allah ta’aalaa (Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu – QS 2:29.)”.

Baca Juga:  Barang Temuan: Pengertian, Macam, Hukum, Dan Kewajiban Penemu

Menurut Hukum Jual Beli Dalam Islam

Perlu kita ketahui bersama diantara syarat jual beli itu adalah barang yang kita jual harus mempunyai manfaat dan barangnya suci.

Sehingga tidak sah jual beli barang yang tidak ada manfaatnya dalam keadaan najis. (Fath Al Qarib: 29)

Kalau memang tokek itu ada manfaatnya secara sah, maka menjual belikan tokek hukumnya boleh karena ketika tokek itu hidup hukumnya suci dan hal ini sudah memenuhi syarat jual beli.

Kalau tokek itu ternyata tidak ada manfaatnya atau dijual dalam keadaan bangkai  maka hukumnya najis dan tidak boleh dijual belikan.

Namun imam malik berpendapat hukum jual beli barang najis boleh, asal ada gunanya.

Dalam Ilmu Fiqih kondisi seperti ini dinamakan mukhtalaf fiih (dipersilisihkan) karena tidak boleh menurt salah satu madzhab dan boleh menurut madzhab lainnya.

Kalau ternyata pekerjaan jual beli tokek itu menjadi pilihan atau peluang kerja ditengah kondisi masyarakat yang sulit mencari penghasilan maka hukumnya boleh.

Dan ini lebih baik daripada kita mencuri, mencompet atau tindakan kriminal lain yang jelas jelas dilarang oleh agama.