IPNU-IPPNU: Sejarah, Perkembangan, Serta Logo dan Maknanya

5653
Lambang IPNU Dan IPPNU

IPNU-IPPNU, Wawasan Dan Makna Lambangnya.

IPNU (Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama) dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) adalah salah satu banom (Badan Otonom) dalam organisasi Nahdlatul Ulama.

Keberadaan organisasi ini ternyata telah menempuh perjalanan panjang semenjak sebelum kemerdekaan Indonesia.

Karena itulah, sangat layak kalau kita coba mengenali sejarah, perkembangan, hingga soal logo IPNU-IPPNU serta maknanya masing-masing.

Lambang IPNU Dan IPPNU

Sejarah Berdirinya IPNU-IPPNU

Sebelum membahasa soal logo IPNU-IPPNU tentu akan lebih bagus kalau kita mengenal organisasi ini sejak kelahirannya.

Sebagai sebuah organisasi pelajar, IPNU dan IPPNU sebenarnya memiliki struktur organisasi masing-masing.

Artinya mereka memiliki ketua dan perangkat pembantunya masing-masing. Akan tetapi pada perjalanan kegiatannya, kedua organisasi ini sering beriring.

Sehingga penyebutan IPNU-IPPNU sangatlah tepat.

Sejarah IPNU-IPPNU bermula pada terbentuknya organisasi-organisasi pelajar di berbagai pesantren pada masa pra kemerdekaan dan pasca kelahiran NU.

Nahdlatul Ulama sendiri secara resmi lahir pada 31 Januari 1926 (16 Rajab 1344 H).

Selanjutnya di beberapa daerah khususnya Jawa Timur muncul organisasi-organisasi pelajar NU secara lokal.

Periode Pra Kelahiran/Perintis IPNU-IPPNU

Dalam rentang waktu 1933-1954, tercatat beberapa organisasi pelajar atau santri. Berikut rinciannya:

  1. Tahun 1936 di Surabaya terbentuk perkumpulan pelajar dengan nama Tsamrotul Mustafidin.
  2. Tahun 1939, lahir persantauan santri dengan nama PERSANU atau PERSANO (Persatuan Santri Nahdlatul Ulama).
  3. Tahun 1941 di Malang terbentuk organisasi bernama Persatuan Murid NU. Organisasi ini akhirnya menjadi IMNU (Ikatan Murid Nahdlatul Ulama) pada tahun 1945.
  4. Di Madura pada tahun 1945 lahir Ijtimatuttholabiyah.
  5. Tahun 1950 berdiri Ikatan Mubaligh Nahdlatul Ulama (IMNU) di Semarang. Anggotanya adalah dai-dai remaja NU.
  6. Tahun 1953 juga muncul PERPANU (Persatuan Pelajar NU) di Kediri.
  7. Tahun 1953 di Bangil juga terbentuk IPENU (Ikatan Pelajar NU).
  8. Tahun 1954 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, berdiri di medan.

Menurut dokumen yang diunggah situs ipnu.or.id, masih banyak lagi organisasi-organisasi pelajar NU yang bersifat lokal.

Meskipun berbeda-beda, namun semuanya memiliki kesamaan visi untuk melaksanakan faham Ahlussunah wal jamaah.

Kongres IPNU I

Periode Kelahiran

Seperti diungkapkan sebelumnya bahwa di berbagai daerah terbentuk organisasi pelajar NU yang memiliki kesamaan visi.

Baca Juga:  Sejarah Makna Lambang NU, Serta Logo NU Terbaru

Dari situlah muncul aspek-aspek yang mendukung penyatuan organisasi-organisasi lokal tersebut menjadi sebuah organisasi yang bersifat nasional.

Beberapa aspek berikut ini menjadi latar belakang lahirnya IPNU-IPPNU:

1.      Aspek Ideologis

Ahlussunnah wal jamaah sebagai ideologi yang dianut mayoritas umat Islam Indonesia harus dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus.

Karena itulah perlu adanya pengkaderan para pelajar yang kelak menjaga, mengamalkan, dan mempertahankan faham tersebut, agar terus berkambang dan bertahan di masyarakat.

2.      Aspek Pendidikan/Pedagogis

Para pelajar di pesantren ingin mengikis kesenjangan yang tercipta antara mereka dengan pelajar pada lembaga pendidikan umum.

Sehingga perlu adanya sebuah organisasi yang menaungi mereka dan menunjukkan eksistensi dan perannya.

3.      Aspek Sosiologis

Secara sosiologis, para pelajar dan santri NU ini memiliki kesamaan kesadaran, tujuan, maupun keikhlasan untuk memperjuangkan sebuah wadah pembinaan generasi penerus para ulama.

Kesamaan 3 aspek di atas menjadi pemicu untuk menyatukan semua organisasi yang bersifat lokal dan daerah agar menjadi lebih besar.

Sehingga mampu memberikan kontribusi besar pula bagi agama dan bangsa.

Hari Lahir IPNU-IPPNU

Hari Lahir IPNU

Pada 24 Februari 1954, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU mengadakan Konferensi Besar (Konbes) di Semarang.

Sejumlah pelajar dari Yogyakarta menjadi perwakilan para pelajar NU dan mengusulkan pembentukan organisasi IPNU.

Mereka adalah Sofwan Cholil Mustahal, Abdul Ghoni, Farida Ahmad, Maskup dan M. Tolchah Mansyur. Nama terakhir inilah yang sekaligus saat itu menjadi Ketua Umum pertama.

Dan tanggal 24 Februari 1954/20 Jumadil Akhir 1373 H itulah ditetapkan sebagai hari lahir IPNU.

Setelah disahkan berdirinya, jajaran pengurus pusat IPNU lalu mengadakan sosialiasi untuk memasyarakatkan organisasi baru itu.

Pada tanggal 29 April sampai 1 Mei 1954  diadakanlah KOLIDA, yaitu Konferensi Lima Daerah.

Disebut konfrensi lima daerah karena saat itu yang hadir masih meliputi daerah Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Kediri, dan Jombang saja.

Dalam KOLIDA tersebut M. Tolchah Mansur dikukuhkan sebagai Ketua Pimpinan Pusat IPNU.

Hari Lahir IPPNU

Berselang satu tahun sejak didirikan, tepatnya 28 Februari-3 Maret 1955 IPNU mengadakan muktamar atau kongser pertama.

Pada awal-awal berdirinya, memang IPNU masing menggunakan istilah muktamar, seperti NU yang merupakan induk organisasinya.

Kongres I IPNU diadakan di Kota Malang yang juga adalah tempat kelahiran M. Tolchah Mansur.

Berlokasi di Pendopo Kabupaten Malang, muktamar itu dihadiri banyak peserta.

Baca Juga:  K.H Hasyim Asy'ari: Sekilas Biografi, Perjuangan, Fatwa, Kitab

Saat itu NU memang masih menjalani fase sebagai salah satu partai peserta pemilu.

Sehingga keberadaan IPNU juga tak luput dari imbas suasana perpolitikan, meskipun pendirinya secara tegas memposisikan IPNU tidak terkait politik.

Pembukaan Muktamar atau Kongres pertama bahkan dihadiri oleh Ir. Soekarno, Presiden Pertama RI yang juga berkenan membrikan sambutan.

Jajaran tokoh besar lainnya yang hadir antara lain Rais Aam PBNU KH Wahab Chasbullah, Wakil Perdana Menteri KH Zainul Arifin, dan Menteri Agama RI KH Masjkur.

Saat Kongres I itu, tercetuslah pembentukan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) sebagai partner IPNU dalam melakukan kaderisasi putra-putri NU.

Sehingga tanggal 3 Maret 1955 tercatat sebagai Hari Lahir IPPNU. Pada kongres pertamanya, yakni 16-19 Januari 1956, Ny. Umroh Mansyur terpilih sebagai Ketua Umum Pertama IPPNU.

Lambang/Logo IPNU-IPPNU: Makna, Dan Perubahannya

Membicarakan tentang sebuah organisasi memang tak boleh ketinggalan soal lambang atau logonya, serta makna yang disimpannya.

Karena itulah, ulasan ini juga akan mengungkapkan tentang logo IPNU-IPPNU dan maknanya. Juga tentang perubahan-perubahan yang terjadi dari lambang tersebut.

Berbeda dengan lambang NU yang tercatat jelas siapa pembuatnya, logo IPNU-IPPNU tidak ada catatan yang mengungkapkan siapa kreatornya.

Sebagai salah satu badan otonom, organisasi pelajar ini dari segi lambangnya tidak jauh-jauh dari induknya, NU.

Arti Logo IPNU

Lambang IPNU Dan Maknanya

Kita mulai dari lambang atau logo IPNU dan makna yang dikandungnya. Dari bentuk logo IPNU berbentuk lingkaran dengan garis luar berwarna kuning, sedangkan bagian dalamnya berwarna hijau.

Antara lingkaran kuning dan hijau terdapat garis pemisah berwarna putih. Dalam lingkaran tersebut terdapat 9 bintang berwarna kuning dengan salah satu bintang paling besar berada di tengah.

Di bawah bintang terbesar terdapat dua buku ataupun kitab.

Gambar bintang dan bintang diapit oleh bulung angsa berwarna putih yang menyilang di bagian bawah.

Di bagian atas gambar bintang terdapat tulisan IPNU yang dipisahkan masing-masing hurufnya dengan titik, menjadi I.P.N.U, ada tigak titik di situ.

Dan di bagian kanan dan kirinya diapit masing-masing 3 buah strip.

Makna Logo IPNU dari segi warnanya adalah sebagai berikut.

Warna hijaunya melambangkan kesuburan, warna kuningnya melambangkan himmah atau cita-cita yang tinggi, warna putihnya adalah lambang kesucian.

Sehingga dari perpaduan warna tersebut, makna logo IPNU melambangkan himmah/cita-cita tinggi yang suci dan luhur.

Baca Juga:  KH. Kholil Bangkalan: Sejarah, Karomah, Dan Kata Bijaknya

Arti lambang IPNU dari segi gambar dan bentuknya adalah sebagai berikut. Bentuk bulat melmbangkan kontinuitas atau terus menerus, yang dalam istilah agama disebut dengan istiqomah.

Tiga titik yang disisipkan di antara huruf IPNU melambangkan Iman, Islam, dan Ikhsan. Keenam strip yang mengapit tulisan IPNU melambangkan enam rukun iman.

Selanjutnya bintang-bintang melambangkan ketinggian cita-cita.

Jumlahnya yang 9 merupakan simbol keluarga besar NU yang juga melambangkan 4 sahabat utama (Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali) dan 4 mazhab terbesar dalam Islam (Hanafi, Syafi’i, Hambali, Maliki), serta satu bintang besar melambangkan rasulullah.

Bintang-bintang itu sendiri memiliki lima sudut yang melambangkan rukun Islam.

Dua kitab di bawah bintang-bintang merupakan lambang Alquran dan hadis. Sedangkan sepasang bulu angsa sebagai perlambang ilmu.

Bentuknya yang bersilang dengan seimbang melambangkan perpaduan antara ilmu agama dan ilmu umum.

Sejarah Dan Makna Lambang IPPNU

Lambang IPPNU Dan Maknanya

Lambang atau logo IPPNU memiliki warna dan elemen gambar yang sama dengan logo IPNU.

Baik bintang, sepasang kitab, sepasang bulu angsa, maupun tulisan yang dipisah oleh titik.

Bedanya, logo IPPNU berbentuk segitiga sama kaki dan ada bunga melati di sudut bagian dalam bawah segiti tiga.

Bintang sembilan dalam logo IPPNU juga berbaris ke atas mengikuti kedua sisi dalam segitiga. Selain itu ada garis putih yang mengapit warna dasar hijau tersebut.

Makna logo IPPNU secara warna juga tak jauh beda dari logo IPNU. Namun warna hijau dalam logo ini melambangkan kebenaran.

Sementara warna kuningnya adalah keluhuran cita-cita, serta putih adalah kesucian.

Segitiga dalam logo ini melambangkan iman, Islam, dan ikhsan. Sedangkan dua garis tepi berawrna putih melambangkan dua kalimat syahadat.

Sembilan bintangnya melambangkan IPPNU sebagai bagian keluarga besar NU, dengan makna bintang juga melambangkan 4 sahabat, 4 mazhab, dan rasulullah.

Rukun Islam yang 5 dilambangkan oleh kelima titik yang disisipkan antara tulisan I.P.P.N.U., sedangkan perpaduan antara ilmu umum dan ilmu agama dilambangkan dengan dua bunga melati di sudut dalam segitiga.

Adapun sepasang bulu berwarna putih yang menyilang mreupakan lambang ilmu, menuntut ilmu agama dan ilmu umum, serta aktif membaca dan menulis.

Alquran dan hadits sebagai pedoman umat Islam dilambangkan dengan sepasang kitab dalam logo ini.

Itulah ulasan lengkap tentang IPNU-IPPNU, sejak sejarah hingga logo IPNU-IPPNU dan maknanya. Semoga menjadi penambah wawasan.

Incoming search terms:

  • arti lambang ipnu
  • ipnu ippnu logo