Helmy M Noor: Gus Ali Contoh Kyai yang Hijrah

915

SURABAYA – Tim IT Masjid Al Akbar Helmy M Noor sangat geram akan kondisi media sosial hari ini yang banyak orang menjadi Ustad dadakan.

Hal ini disampaikan Helmy pada acara NU Millenial Digital Camp di gedung PWNU Jatim, Ahad, 8/9/2019.

“Sekarang untuk menjadi Ustad tidak perlu mondok, caranya hanya sering posting tentang agama di medsos secara rutin, sehingga subscriber dan followernya banyak. Dengan begitu saja Anda sudah dipanggil Ustad”, jelasnya.

Lebih Lanjut Helmy mengingatkan dawuh Gusdur akan kejadian ini dimana gusdur dulu telah mengatakan bahwa akan muncul nanti zuatu zaman, dimana jadi ustad tak perlu mondok di pesantren.

“Sekarang dawuh Gusdur itu menjadi nyata”, terang Helmy.

Media sosial, lanjut Helmy merupakan hal yang harus diterima dan tidak bisa di tolak. NU harus Hijrah dakwahnya dari tradisional menjadi Digital agar Aswaja An-nahdliyah semakin dirasa oleh masyarakat, sehingga Warga NU terhindar oleh dakwah Ustad Karbitan yang kadang bisa menyesatkan.

Salah satu yang pernah dilakukan Helmy adalah merayu Gus Ali untuk Hijrah dakwahnya secara Digital.

“Merayu Gus Ali itu lama sekali prosesnya. Butuh waktu setahun saya merayunya. Awalnya Gus Ali itu gak mau di foto maupun di Video, sekarang alhamdulillah beliau mau,” jlentrehnya.

Helmy melanjutkan, Sekarang Gus Ali sudah serinf buat video satu menit, dan video-video pendek.

“Gus asli sekarang sering buat video, kadanv judulnya hanya : tawakal, alhamdulillah, qonaah. Gitu aja pendek-pendek judulnya beliau”, jelas pria berpawakan gemuk ini.

“Gus Ali ini adalah contoh Kyai NU yang sudah Hijrah, hijrah dakwahnya dari tradisional ke media Digital”, pungkasnya. (Ali)

Baca Juga:  Biografi Tokoh-Tokoh Pendiri NU, Lengkap dengan Kontribusinya