Arah Kiblat: Pengertian, Cara Menentukan, Besar Derajatnya

1252
arah-kiblat-berapa-derajat

Arah kiblat Di Indonesia Berdasarkan Jarak Dan Besar Derajat.

Salah satu syarat sahnya shalat yang harus kita perhatikan adalah menghadap kiblat, karna jika tidak menghadap kiblat maka shalatnya tidak akan sah.

Namun apa maksud dari kata kiblat yang sering kita dengar ?.

Kata Al-qiblah disebutkan sebanyak 4 kali dalam Al-Qur’an, diambil dari bahasa arab قبل, يقبل, قبلة yang secara bahasa atau etimologi berarti menghadap.

Dalam kamus Al-Munawwir kata Al-qiblah  diartikan sebagai ka’bah.

Sedangkan makna arah kiblat berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia adalah arah ka’bah di Mekah (pada waktu shalat).

Dalam ensklopedia hukum Islam kata kiblat memiliki arti arah yang dituju kaum muslimin dalam melaksanakan sebagian ibadah (bangunan ka’bah).

Dalam kitab I’anah al-Thilibin Syaikh Abu Bakar menjelaskan bahwa kiblat menurut bahasa berarti arah, yang dimaksud disini adalah ka’bah.

Maka dapat disimpulkan Arah Kiblat adalah arah atau jarak terdekat yang diukur melalui lingkaran besar pada permukaan bumi yang melewati kota Makkah (Ka’bah) dengan tempat kota yang diukur.

Dengan demikian tidak dibenarkan, misalnya orang-orang Surabaya melaksanakan shalat menghadap ke timur serong ke selatan sekalipun bila diteruskan akan sampai juga ke Makkah, karena arah atau jarak yang paling dekat bagi orang-orang Surabaya adalah arah barat serong ke utara sebesar 24° 2‘ 5,4“ (B-U).

Contents

Baca Juga:  Shalat Witir: Rakaat, Waktu, Dan Manfaat

Dasar Hukum Untuk Menghadap Kiblat

Arah kiblat menjadi sangat penting bagi orang Islam terutama saat shalat, karena hal ini telah dijelaskan dalam Al-Qur’an Dan Hadist yang menyatakan:

  1. Firman Allah SWT Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 144

penjelasan-tentang-arah-kiblat

  1. Hadits Yang Diriwayatkan Oleh Imam Bukhari

arah-kiblat-matahari-terbit-atau-terbenam

cara-menentukan-arah-kiblat-dengan-matahari-dan-penjelasannya

Cara Menentukan Arah Kiblat

Sebenarnya ada banyak cara menentukan Arah Qiblat.

Disini kami akan coba mengulas beberapa cara mudah dan sering dipakai untuk mengukur arah qiblat dan mungkin Anda juga bisa coba sendiri, diantaranya:

  1. Cara Menentukan Arah Kiblat Dengan Melihat Matahari

Untuk menentukan arah kiblat dengan memanfaatkan matahari adalah dengan dua cara yaitu:

  • Jika Dalam Masjid Atau Mushollah Terdapat Jendela Dibagian Mihrabnya

Cara mudah menentukan kiblat dengan arah matahari adalah dengan berpatokan kepada bayang-bayang yang dihasilkan matahari.

Tapi cara ini tidak bisa dilakukan pada sembarang waktu, hanya saat waktu posisi matahari tepat diatas ka’bah atau yang biasa disebut dengan peristiwa istiwa’ a’dham atau Rashdul Qiblat.

Saat itu seluruh bayangan benda tegak lurus akanmengarah ke Baitullah (kiblat)

Peristiwa ini hanya terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 16 Juli (atau 15 Juli di tahun kabisat) sekitar pukul 16.27 WIB dan tanggal 28 Mei (atau 27 Mei di tahun kabisat) sekitar pukul 16.18 WIB dan. Dan di Mekkah jam jam tersebut merupakan waktu dhuhur.

Karena rashdul qiblat di Indonesia terjadi di sore hari maka arah sinar menuju ke timur.

Kiblat masjid atau rumah ibadah dianggap tepat bila cahaya matahari yang masuk lewat jendela mihrab segaris dengan kiblat masjid/mushalla.

Tapi bila cahaya yang masuk tidak lurus atau cenderung sorong kekanan atau kekiri maka patut ada penyesuaian arah qiblat dimasjid tersebut.

  • Jika Dilakukan Diluar Ruangan Yang bisa Kontak Langsung Dengan Matahari

Cara ini juga hanya bisa dilakukan saat rashdul kiblat.

Namun bisa menggunakan tongkat lurus yang ditegakkan severtikal mungkin atau menggunakan benang yang dibebani bandul dan menggantung diatas kayu penyangga.

Baca Juga:  Belajar Jadi Imam Shalat, Perhatikan Syarat Dan Bacaannya

Yang dimaksud arah qiblat dengan cara ini adalah garis yang ditarik dari ujung bayangan ke pangkal benda (ke arah barat sedikit serong ke utara)

Berikut ilustrasi gambar praktik pencarian kiblat dengan bayangan benda di ruang terbuka:
cara-menentukan-arah-kiblat-dengan-matahari

Karena detik detik rashdul qiblat hanya berlangsung kira kira selama 1-2 menit jadi persiapan harus dilakukan dengan matang agar tidak terburu buru.

Pastikan Anda sudah ada penunjuk waktu yang tepat dan telah disesuaikan waktunya dengan waktu mekah bisa juga melalui internet.

Dan untuk menandai arah kiblat begitu rashdul qiblat berlangsung, Anda juga perlu menyiapkan perangkat lain penggaris,, seperti spidol, atau sejenisnya.

  1. Menentukan Arah Kiblat Dengan Kompas

Meski cara tentukan kiblat dengan kompas tergolong cara lama tapi cara tersebut masih ampuh dan tepat.

Tapi pastikan dulu Anda telah memiliki kemmapuan untuk membaca arah kompas.

Bahkan saat ini telah ada kompas yang terpasang pada sajadah dan memudahkan kita menentukan kiblat saat berpergian.

  1. Cara Menentukan Arah Kiblat Dengan Google Maps

Cara selanjutnya adalah dengan memanfaatkan aplikasi google maps khusus arah kiblat yang cara kerjanya hampir sama dengan Qibla Locator.

Dengan alat yang terpasang di HP ini dapat membaca arah qiblat dengan mudah dari semua titik atau tempat di muka Bumi.

Anda hanya perlu memasukkan alamat, kota atau negara tempat Anda berada dan klik tombol cari. Maka secara otomatis aplikasi ini akan memperlihatkan arah kiblat

Selain kiblat yang dilambangkan dengan garis merah, aplikasi online ini juga memberikan tambahan informasi tentang berapa derajat arah sebenarnya dari utara.

  1. Cara Menentukan Arah Kiblat Dengan GPS

Dengan teknologi satelit, kita bisa menentukan kiblat menggunakan GPS.

Baca Juga:  Shalat Qabliyah Dan Ba'diyah Jumat: Pengertian, Tata Cara Dan Hukum

Bagi yang tidak tahu, GPS (Global Positioning System) merupakan sistem navigasi berbasis satelit.

Yang didukung oleh ratusan satelit yang selalu mengorbit di luar angkasa.

kita bisa menggunakan GPS untuk menentukan kiblat atau letak Kabah di Mekah, dimanapun berada, lengkap dengan koordinatnya.

Penggunaan GPS untuk menentukan arah kiblat tergolong cara yang akurat.

Arah Kiblat Berapa Derajat?

Lembaga Falakiyah PBNU mengingatkan, secara geografis atau astronomis, kota Mekkah terletak di 39 derajat 49 menit 34 detik LU dan 21 derajat 25 menit 21 detik BT.

Dari Indonesia, koordinat ini berada pada arah barat laut dengan derajat bervariasi antara 21 derajat -27 derajat. Menurut koordinat (garis lintang dan garis bujur) masing-masing daerah.

 Arah kiblat Indonesia bukanlah ke barat.

Jika ke barat maka semua wilayah Indonesia yang terletak di 34 derajat 7 menit LU dan seterusnya (ke utara).

Seperti Aceh, akan lurus dengan Negara Ethiopia atau melenceng ke selatan sejauh 1750 km dari Mekkah.

Begitu juga yang terletak di 4 derajat 39 menit LS sampai 3 derajat 47 menit LU, menghadap barat berarti lurus dengan Negara Kenya. (Mahbib Khoiron)