Aktivis Papua: Ada Oknum Sebarkan Selebaran Bubarkan Banser, Bentuk Provokasi

517
Aktivis Papua: Ada Oknum Sebarkan Selebaran Bubarkan Banser, Bentuk Provokasi
Ilustatrasi: Banser Menjaga Kondusivitas Asrama Papua di Surabaya

Aktivis Warga Papua Arkilaus Baho mengantarkan permintaan maaf atas terdapatnya selebaran kertas yang tersebar di Papua menuntut Barisan Ansor Serbaguna( Banser) Nahdlatul Ulama dibubarkan.

Dia berkata, selebaran itu merupakan ulah oknum tidak bertanggungjawab yang mau memprovokasi warga Papua dengan Banser NU.

Arkilaus memohon kepada warga Papua serta Banser buat tidak terprovokasi dengan terdapatnya selebaran kertas tersebut.

Karena, kata ia, selebaran tersebut ialah suatu upaya buat mengadu domba warga Papua dengan Banser.

” Jadi memohon maaf kepada sahabat Banser itu, kalau kita seluruh wajib menghindari upaya provokasi yang mau membenturkan orang Papua dengan Banser,” tutur Arkilaus dalam dialog berjudul” Ngobrol Bareng tentang Papua di Tebet, Jakarta Selatan, Senin( 26/ 8/ 2019).

Arkilaus menebak, selebaran yang berisi tuntutan warga Papua buat membubarkan Banser ialah ulah politikus abu- abu yang sepanjang ini menggunakan isu- isu Papua buat kepentingan kekuasaannya.

Ia pula membenarkan kalau statment tersebut bukanlah betul- betul dari warga Papua.

” Jadi itu sama sekali tidak benar, statment perilaku yang diedarkan bsebenarnya tidak terdapat statment perilaku semacam itu,” ucapnya.

” Kala terdapat pesan statment perilaku semacam itu, aku duga itu rekayasa, cuma dimanfaatkan buat kepentingan perebutan jabatan politik saja itu,” imbuhnya.

Tadinya, selembar tuntutan bubarkan Banser tersebar dikala aksi demonstrasi di Lapangan Apel, Kantor Walikota Sorong, Papua, Rabu( 21/ 8). Paling tidak, terdapat 7 butir tuntutan yang salah satunya memohon supaya Banser dibubarkan.

Setelah itu, isu tuntutan pembubaran Banser itu juga pernah sebut- sebut terdapat kaitannya dengan anggota DPD terpilih asal Papua, Yorrys Raweyai. Cuma, Yorrys setelah itu membantah isu tersebut.

asal tulisan disini

Baca Juga:  Prof Zaki: NU Millenial Seperti Gojek Yang Multifungsi